Kuliah sangat berbeda dengan masa sekolah. Di sekolah siswa melaksanakan kegiatan belajar berdasarkan mata pelajaran yang sudah ditentukan. Durasi belajar di sekolah antara mata pelajaran yang satu dengan lainnya sama yaitu kurang lebih 45 menit.

Mata pelajaran yang diberikan selama sekolah bersifat wajib untuk dipelajari. Yang membedakan jenis mata pelajaran adalah ketika masuk penjurusan. Biasanya di tingkat SMA. Ada yang berfokus pada bidang IPA atau jurusan IPA, mata pelajaran yang diberikan adalah semua ilmu eksak.

Mengenal SKS dalam Kuliah

Jurusan IPS, mata pelajaran fokus pada ilmu-ilmu sosial. Jurusan Bahasa, fokus mempelajari tentang sastra dan bahasa. Kalau selama sekolah prestasi ditunjukkan dengan peringkat, yang dihitung berdasarkan jumlah total nilai semua mata pelajaran. Di perkuliahan dikenal dengan IP dan IPK. Apa itu SKS, IP dan IPK? Mari kita bahas satu persatu.

Ada yang bilang belajar cara SKS, maksudnya sistem kebut semalam. di kalangan mahasiswa cara belajar semalam suntuk menghabiskan semua materi selama satu semester untuk menghadapi ujian. Tetapi bukan itu sebenarnya yang dimaksud. Bukan cara belajar, tetapi hubungannya dengan beban studi yang akan dijalani selama satu semester.

SKS adalah singkatan dari satuan kredit semester. Yaitu ukuran yang digunakan oleh universitas dalam mengukur besarnya beban studi mahasiswa, dan pengakuan atas keberhasilan proses belajarnya. Satuan ini juga digunakan untuk mengukur seberapa besar usaha yang perlu dilakukan mahasiswa untuk menyelesaikan suatu program belajar, semester maupun program paket atau program lengkap.

Satuan ini digunakan untuk mengukur besarnya beban usaha penyelenggaraan pendidikan bagi tenaga pengajar dalam hal ini adalah dosen. Pengertian SKS dihitung dalam bentuk angka. Setiap mata kuliah memiliki bobot yang berbeda. Tergantung pada durasi belajar, ada atau tidaknya praktikum, tugas lapangan, tugas kuliah, makalah dan sebagainya.

Arti SKS dalam Satu Semester Perkuliahan

Dalam pendidikan S1, umumya mahasiswa harus menyelesaikan 140-160 SKS. Jika dibagi dengan jumlah semester yang dijalani (8 semester) hasilnya adalah 18. untuk menyiasati agar dapat lulus tepat waktu 4 tahun atau 8 semester, mahasiswa akan memadatkan beban studinya di awal perkuliahan.

Dalam satu semester, mahasiswa umumnya mengambil 24 SKS. Angka ini bukan menunjukkan jumlah mata kuliah, tetapi jumlah total seluruh beban kuliah yang diambil. Ada mata kuliah dengan beban 2, 3 dan untuk skripsi sendiri adalah 6. Karena memang untuk skripsi memerlukan durasi yang lama untuk bisa menyelesaikannya.

Apa yang dimaksud dengan IP?

IP singkatan dari Indeks Prestasi. Yaitu ukuran yang dipakai dalam bidang akademik. IP adalah nilai rata-rata semua mata kuliah dalam satu semester. Biasanya ditulis dengan angka yang berkisar antara 1-4. Angka 1 menunjukkan prestasi atau nilai yang sangat kurang dan 4 adalah nilai maksimal. Pernah mendengar istilah nasakom? Maksudnya adalah nasib satu koma, yaitu mahasiswa yang mendapat IP 1 koma.

IP menjadi acuan dan evaluasi cara belajar. Mendapat indeks prestasi dibawah 2, dianggap belum bisa menyelesaikan studi dengan baik. Penilaian ini bukan hanya berdasarkan hasil dari nilai ujian semester. Tetapi juga dari tugas yang diberikan dosen, hasil laporan praktikum, tugas lapangan dan sebagainya. Jadi ada banyak penilaian yang diperhitungkan disini.

Hubungan IP dengan Kelulusan Mahasiswa

Indeks prestasi tiap semester ini mempengaruhi beban studi yang bisa diambil di semester berikutnya. Jika semester sebelumnya memperoleh IP 0- 1,49 maka hanya diperbolehkan mengambil beban studi sebanyak 12. IP sebesar 1,50-1,99 diperbolehkan maksimal 15 beban studi, IP 2-2,99 sebanyak 18 dan IP 3-4 sebanyak 24.

Dari perhitungan di atas akan diketahui perkiraan waktu kelulusan. Semakin besar IP yang diperoleh semakin banyak beban studi yang bisa diambil. Semakin mengurangi jumlah total kredit yang harus diselesaikan. Dan pada akhirnya bisa mempercepat kelulusan. Mahasiswa akan berusaha mendapat IP lebih dari 3 supaya bisa memaksimalkan beban studi semester berikutnya, tanpa harus mengulang kuliah untuk perbaikan nilai.

Apa yang Dimaksud dengan IPK ?

Setelah mengulas tentang IP, mari kita bahas mengenai IPK. Ketika lulus kuliah kamu akan ditanya berapa IPK nya? Pertanyaan ini akan diajukan juga pada saat wawancara pekerjaan. IPK sendiri menjadi kebanggaan bagi mahasiswa karena menunjukkan tingkat kepintaran dan keberhasilan belajar selama perkuliahan. Anak-anak dengan IPK tinggi umumnya lebih menonjol dan menjadi kebanggaan dosen.

Apa itu IPK? IPK singkatan dari indeks prestasi kumulatif. Merupakan nilai kumulatif dari IP yaitu nilai mahasiswa setiap semesternya. IPK adalah mekanisme pengukuran kemampuan mahasiswa dalam menguasai ilmu yang didapat selama perkuliahan. Setelah menyelesaikan skripsi, mahasiswa akan menerima transkrip nilai. Nilai akhir yang didapat inilah yang disebut dengan IPK.

Cara Menghitung IP dan IPK

IP dan IPK adalah hasil kerjasama antara mahasiswa dan tenaga pengajar. Dosen tentu akan memberikan arahan bagaimana supaya mahasiswa memperoleh nilai mutu yang bagus untuk mata kuliah yang diambilnya. Misalnya dosen yang sangat fokus dalam materi dan ujian, mahasiswa harus banyak belajar dan membaca untuk dapat lulus ujian dengan nilai memuaskan.

Baca Juga : Mengenal Indeks Prestasi (IPS dan IPK) Perkuliahan

Ada juga dosen yang lebih menyukai kerja praktek, sebagai mahasiswa harus menguasai teknis praktikum sesuai arahan, agar mendapat nilai lebih dari dosen. Ini akan mempengaruhi hasil pada Indeks prestasi. IP dan IPK bisa kita hitung secara manual, untuk mengetahui perkiraan nilai yang didapat.

Cara perhitungan IP adalah dengan menghitung total nilai dibagi total beban studi dalam satu semester. Sedangkan IPK dihitung dengan cara total IP dibagi 8 (jumlah semester). Contoh perhitungan IP:

Nilai (mutu) mata kuliah x jumlah SKS = nilai
Mata kuliah A, 3 x 3 = 9
Mata kuliah B, 2 x 3 = 6
Mata kuliah C, 3 x 2 = 6
Mata kuliah D, 3 x 3 = 9
Mata kuliah E, 3 x 2 = 6
Mata kuliah F, 3 x 2 = 6
Mata kuliah G, 3 x 3 = 9
Maka IP dalam semester tersebut adalah 51:8= 2,83.

Penghitungan IPK, jumlahkan perolehan IP tiap semester kemudian dibagi 8. Contoh perolehan IP selama 8 semester adalah: 2, 2, 3, 3, 3, 3, 3, 3. Total IP = 2,75. Nilai IPK ini nantinya akan berguna dalam proses seleksi pekerjaan. Baik di instansi negeri maupun swasta. Jadi penting sekali memiliki strategi belajar agar mendapat nilai yang maksimal.

Pentingnya Penghitungan IP dan IPK

Nilai mata kuliah akan tertera dalam kartu hasil ujian tiap semesternya. Beberapa mahasiswa mungkin menganggap perhitungan di atas tidak perlu karena pada akhirnya mereka akan mengetahui hasil dari evaluasinya. Tetapi menghitung nilai akan mempengaruhi pola belajar di semester berikutnya. Dengan mengetahui nilai di semester berjalan, mahasiswa akan bisa membuat strategi di semester berikutnya.

Misalnya saja nilai yang didapat adalah 2,75 di semester berjalan. Mahasiswa dapat berkonsultasi dengan dosen pembimbing mata kuliah apa yang akan diambil di semester berikutnya. Berapa jumlah beban studi yang bisa diselesaikan, dan berapa perkiraan nilai yang harus dicapai untuk setiap mata kuliah agar dapat menutup kekurangan di semester sebelumnya.

Dengan memperhitungkan nilai IP tiap semester, mahasiswa bisa memperkirakan target IPK yang bisa dicapainya, dan kapan bisa mengambil mata kuliah skripsi sebagai syarat kelulusan. Idealnya setiap semester IP yang diperoleh adalah minimal 3. Agar tidak perlu mengulang kuliah untuk mata kuliah yang sama di tahun berikutnya, ini tentu akan menyita waktu.

Fungsi IP bagi Mahasiswa

Sebagai mahasiswa tentunya kalian tidak akan melewatkan kesempatan untuk mendapat beasiswa. Karena sangat membantu biaya perkuliahan. Dan akan memperlancar proses belajar. Banyak sekali beasiswa yang terbuka, dengan syarat yang berbeda dan Akan sangat membantu apabila dari awal semester IP yang diperoleh mahasiswa adalah IP ideal.

Selain itu IP juga berguna untuk mengajukan diri sebagai asisten dosen. Pendaftaran calon asisten dosen sudah pasti mensyaratkan IP yang tinggi. Karena mahasiswa yang berperan sebagai representatif dosen yang membantu aktifitas mengajar. Menjadi asisten dosen merupakan pengalaman yang membanggakan. Dan sudah pasti menjadi rebutan para mahasiswa.

Manfaat Memiliki IPK Tinggi

Kemungkinan lulus dengan predikat cumlaude makin terbuka lebar. IPK yang tinggi dan waktu kuliah yang ideal adalah sebuah prestasi yang sangat istimewa di kampus. Sebagai wisudawan/wisudawati dengan prestasi di atas rata-rata adalah kebanggaan. Tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi orang tua, keluarga, orang-orang terdekat bahkan dosen di fakultas yang bersangkutan.

Memiliki IPK yang tinggi dalam jenjang S1 akan mempermudah kamu untuk mendaftar ke jenjang pascasarjana. Apalagi jika Anda ingin melanjutkan pendidikan S2 di kampus –kampus unggulan. Syarat IPK nya pasti lebih tinggi. Menempuh jenjang S2, artinya kamu sudah dipercaya sebagai orang yang mampu menguasai ilmu-ilmu lanjutan yang bobotnya bisa jadi lebih besar dari jenjang S1.

Mempunyai IPK yang memuaskan menjadi impian semua mahasiswa karena nantinya akan berguna pada saat seleksi kerja. Beberapa instansi pemerintahan maupun swasta mensyaratkan IPK minimal 2,75 sebagai syarat mengikuti seleksi. Ada juga beberapa instansi BUMN yang mensyaratkan minimal IPK 3,00.

Penjelasan ini semoga semakin memberikan gambaran mengenai istilah penting perkuliahan. Minimal menjadi bekal agar tidak terlalu buta dengan apa itu sks dalam kuliah, IP dan IPK kuliah.