Sering kali para orang tua mengeluh tentang menurunnya motivasi belajar selama sekolah atau kuliah. Bagi siswa/mahasiswa sendiri sebenarnya penurunan motivasi ini dialami secara sadar. Pada siswa sekolah, lebih mudah penanganannya karena masih dalam pengawasan orang tua dan guru. Dengan mengikuti bimbingan belajar/ les bisa menjadi salah satu solusi.

Lalu bagaimana dengan mahasiswa? Permasalahan setelah menjadi mahasiswa lebih kompleks, karena dianggap sudah dewasa dan dituntut untuk bisa mandiri. Kegiatan belajar tidak lagi diawasi oleh orang tua. Khususnya para mahasiswa dari luar kota yang diharuskan hidup terpisah dari orang tua. Tak jarang mahasiswa tersebut terlena oleh kebebasan yang diberikan.

Pentingnya Menemukan Motivasi Belajar

Semakin dewasa seorang pelajar, dan pengaruh berbagai faktor lingkungan sekitar berpotensi menurunkan semangat motivasi belajar mahasiswa. Kebutuhan bergaul, berkumpul dan besosialisasi dengan orang baru sering menjadi alasan terganggunya proses belajar.

Belajar dan bersosialisasi memang merupakan kebutuhan, tetapi tetap harus disiasati supaya tidak saling mengganggu. Lalu, bagaimana cara meningkatkan motivasi belajar agar dapat lebih menyenangkan?

Baca Juga : Apa Itu Cumlaude?

Cara meningkatkan motivasi belajar yang paling efektif adalah menemukan motivasi mengapa kamu harus belajar, apa yang ingin kamu icapai dari belajar, untuk siapa kamu belajar dan sebagainya. Alasan yang memaksa, mau tidak mau suka tidak suka harus dikerjakan. Dimana mahasiswa merasa belajar adalah suatu kepentingan dan kebutuhan.

Motivasi bisa diperoleh dari dalam diri sendiri misalnya, keinginan untuk menunjukkan kepada semua orang bahwa kita pandai dan berprestasi. Bisa berasal dari orang tua/ingin membantu orang tua supaya mendapat kehidupan lebih baik, membahagiakan orang tua, wujud terima kasih supaya dapat dipandang dan terhormat karena memiliki anak yang pintar. Bisa juga karena stimulus dari luar misalnya peluang karir yang gemilang.

Selain itu dapat juga berasal dari mendengarkan dan menyimak pesan motivator yang sering memberikan materi di acara televisi atau media social, Menonton film bertema motivasi juga bisa mempengaruhi emosional seseorang. Bagi yang suka membaca, artikel motivasi belajar juga dapat dijadikan rujukan dalam membangun motivasi dari dalam diri.

Jika motivasi belajar yang dimiliki cukup kuat, seperti apapun gangguan pasti dapat ditangani. Selalu menemukan cara untuk menjaga semangat belajar karena dianggap sebagai sebuah kebutuhan. Bukan karena paksaan dosen, teman atau orang lain. Jika belajar masih dianggap kewajiban, lama-kelamaan akan lelah. Dan akhirnya malas untuk belajar.

Menetapkan Target yang Ingin Dicapai

Sering mendengar kata bijak: “orang hidup harus punya target”. Memang benar, apapun yang dilakukan harus ada tujuannya. Apa yang ingin kamu capai dan kapan harus diwujudkan. Untuk mengukur sejauh mana proses yang sudah dijalani. Alternatif apa yang dapat kamu lakukan jika satu cara tidak dapat mencapai tujuan.

Penting untuk menuliskan target apa yang ingin kamu capai dari proses belajar. Tulislah dalam buku atau buat dream board dan pasang di tempat-tempat strategis yang selalu terlihat. Dengan begitu apa yang menjadi target akan selalu teringat, terproses menjadi data dalam alam bawah sadar. Dan akan terus memotivasi dan meningkatkan semangat belajar.

Beberapa artikel motivasi belajar menjelaskan bahwa target adalah salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa. Target utama seorang mahasiswa tentunya IPK yang tinggi, lulus tepat waktu. Jika tidak mempunyai target seperti ini kamu cenderung akan memberi kelonggaran pada diri sendiri untuk tidak belajar.

Mengatur Waktu Belajar

Otak manusia tidak bisa dipaksa untuk terus-menerus bekerja. Ada kalanya butuh istirahat supaya bisa kembali segar. Kenali waktu paling maksimal otak untuk bisa diajak belajar, agar materi yang dipelajari bisa dengan baik diserap dan disimpan. Jangan memaksakan untuk tetap belajar apalagi membaca dan menghafal ketika otak lelah.

Pagi hari adalah waktu paling efektif untuk belajar. Antara pukul 7-11 pagi otak sedang dalam kondisi yang prima dan segar. Otak memproduksi hormon kortisol yang dapat membantu pikiran untuk fokus pada suatu materi. Itulah sebabnya kuliah yang paling ideal berlangsung pada rentang waktu tersebut. Jika ingin mengulang materi kuliah hari sebelumnya, belajarlah pada saat sebelum dan sesudah subuh.

Jam 11- 2 siang saat yang tepat untuk belajar dan bekerja lebih keras. Karena pada waktu ini hormon melatonin atau hormon istirahat sedang dalam kondisi rendah. Tubuh lebih prima dan siap untuk melakukan pekerjaan fisik. Lakukan praktikum, membuat laporan, selesaikan kerja lapangan atau hal lain yang berhubungan dengan fisik.

Jam 3 sore sampai jam 8 malam, otak mulai melemah, asupan oksigen mulai turun. Pada waktu ini kamu masih bisa mengerjakan tugas-tugas ringan tapi sebaiknya dikurangi. Lakukan kegiatan sosialisasi. Berkumpul atau berdiskusi bersama teman-teman komunitas, bisa menjadi aktifitas yang menyenangkan. Dengan begitu porsi belajar dan bergaul menjadi lebih seimbang. Hindari belajar selepas jam 10 malam, gunakan waktu untuk istirahat sebaik-baiknya.

Bergaul dengan Teman yang Rajin Belajar

Mahasiswa adalah makhluk sosial yang butuh bergaul dan menjalin pertemanan. Dalam kehidupannya tentu banyak sekali karakter teman yang akan ditemui. Ada pepatah mengatakan: “kamu adalah bagaimana teman-temanmu”. Pergaulan sangat mempengaruhi kerakter seseorang. Kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan teman terdekat sedikit banyak pasti akan menular. Maka pilihlah teman yang mempunyai kebiasaan dan sifat yang positif.

Berteman dengan orang-orang yang rajin belajar agar menarik kita untuk tetap semangat belajar. Teman yang seperti ini akan mengingatkan dan memberi masukan ketika semangat dan motivasi kita menurun. Baik secara langsung maupun tidak langsung. Seorang mahasiswa yang berprestasi, hasil ujian bagus, IP diatas rata-rata tentu akan memacu motivasi belajar teman-teman sekitarnya.

Seorang teman umumnya akan menjadi barometer pencapaian prestasi. Jika ada satu orang dalam lingkup pergaulan yang mempunyai nilai bagus, teman-teman disekitarnya pasti akan mengikuti. Bukan untuk saling bersaing, tetapi untuk memotivasi. Ketika teman kita baik, pasti kita juga ingin sebaik atau bahkan lebih baik lagi darinya. Ini wajar dan manusiawi.

Suasana Kuliah yang Kondusif

Meningkatkan motivasi belajar mahasiswa tidak hanya tuntutan untuk mahasiswa itu sendiri. Tetapi juga harus ada peran serta dari dosen atau tenaga pengajar dan pihak kampus. Lingkungan tempat belajar memberi pengaruh kepada aktifitas mahasiswa dalam belajar. Tidak semua orang bisa beradaptasi dengan tempat yang ramai, berisik dan tidak teratur apalagi dalam hal aktifitas otak seperti belajar.

Sediakan ruang kelas nyaman, tenang dan kondusif untuk belajar. Batasi peserta kuliah, semakin banyak orang cenderung lebih ramai dan berisik. Mungkin beberapa mahasiswa akan merasa terganggu dengan suasana kelas yang ramai. Peserta yang terbatas akan membantu kulaih lebih fokus. Materi yang disampaikan akan lebih mudah diterima dan dipahami oleh mahasiswa.

Suasana kelas yang ideal seperti itu akan meningkatkan semangat belajar para mahasiswa didukung dengan cara mengajar yang menyenangkan, tentunya akan menjadi magnet tersendiri bagi mahasiswa untuk rajin mengikuti kelas kuliah, Dosenpun lebih nyaman mengajar pada kelas yang kondusif seperti ini. Proses belajar mengajar lebih efektif, sehingga tujuan belajar pun tercapai.

Tugas yang Proporsional

Menarik minat mahasiswa terhadap perkuliahan bisa dilakukan dengan memberikan tugas yang proporsional. Setiap mata kuliah pastinya mempunyai materi pendukung sebagai unsur penilaian. Tugas kuliah salah satunya. Dosen atau tenaga pengajar bisa memberikan tugas agar mahasiswa tetap bisa belajar di luar jam kuliah. Bisa jadikarena durasi kuliah didalam kelas kurang.

Dengan memberikan tugas, mahasiswa bisa mencari tambahan materi secara mandiri. Rajin mencari literatur di perpustakaan atau via internet. Mendorong mahasiswa untuk lebih sering berdiskusi baik kepada dosen pengajar maupun sesama teman kuliah. Waktu luang di sela jam kuliah menjadi lebih produktif. Karena setiap mahasiswa menjadi lebih aktif di kelas.

Tentu didukung juga dengan pemberian apresiasi terhadap tugas yang sudah dikerjakan. Mahasiswa akan semakin bersemangat dan mencintai mata kuliah yang diambil. Tugas biasanya paling malas dikerjakan oleh mahasiswa karena dianggap tidak banyak mempengaruhi penilaian. Tetapi tugas yang proporsional dan pemberian apresiasi akan mengubah cara pandang mahasiswa terhadap tugas kuliah.

Ujian secara Berkala

Setiap mata kuliah terdiri dari beberapa bab materi yang disampaikan dalam satu semester. Memberikan ujian pada setiap bab dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa. Ujian dianggap sebagai elemen penting dalam penilaian semester. Sehingga dapat dimaksimalkan untuk menghadapi ujian agar mendapat nilai yang bagus.

Ujian secara berkala menjadi evaluasi pemahaman mahasiswa terhadap materi kuliah. Ada kalanya mahasiswa berhalangan hadir dalam perkuliahan yang berakibat ketinggalan materi. Ada tipe mahasiswa proaktif, ketika tertinggal suatu materi akan mencari informasi melalui teman dengam meminjam catatan misalnya. Tetapi ada juga yang tidak peduli, karena merasa hanya melewatkan sedikit materi.

Adanya ujian berkala akan mendorong mahasiswa untuk melengkapi catatan dan materi kuliah. Agar tidak gagal dalam ujian. Secara tidak langsung hal ini akan meningkatkan semangat mahasiswa dalam membaca dan belajar. Selain itu ujian berkala akan memberikan gambaran terhadap soal ujian semester. Tentu akan sangat menguntungkan.

Kelompok Belajar

Membentuk kelompok belajar penting untuk menjaga motivasi dan semangat mahasiswa dalam belajar. Beberapa mata kuliah akan membagi mahasiswa menjadi beberapa kelompok dalam tugas lapangan, tugas laporan atau praktikum, selain untuk meringankan pekerjaan mahasiswa juga berguna untuk melatih kemampuan kerja sama di dalam tim.

Kelompok yang dibentuk akan bekerja bersama dalam menyelesaikan satu materi tugas. Selama waktu pengerjaan akan banyak pertemuan yang mereka lakukan. Berdiskusi membahas mengenai tugas yang harus diselesaikan. Membagi pekerjaan agar cepat selesai dan sebagainya. Ini merupakan bentuk belajar yang menyenangkan, tidak seperti belajar mandiri yang membosankan.

Baca Juga : Tujuan Kamu Menjadi Mahasiswa?

Dengan belajar kelompok masing-masing mahasiswa dapat saling mengevaluasi diri. Mengetahui kekurangannya dalam belajar, kemudian memperbaikinya dengan teman kelompok sebagai contoh. Sekaligus melatih rasa percaya diri dalam mengemukakan pendapat meskipun dalam lingkup kecil. Kelompok juga berperan dalam menjaga motivasi dan semangat masing-masing individu.

Perlu diingat bahwa motivasi dan semangat bukan hanya dari diri mahasiswa tetapi perlu peran aktif tenaga pengajar dan pihak kampus untuk secara bersama-sama menciptakan lingkungan yang kondusif. Sehingga tujuan dari pembelajaran di kampus bisa tercapai sesuai dengan apa yang diharapkan. Penjelasan di atas adalah beberapa cara meningkatkan motivasi belajar yang bisa kamu lakukan sebagai mahasiswa, semoga berhasil!!!