Untuk bisa diterima di perguruan tinggi dibutuhkan perjuangan. Transisi dari masa sekolah di sma dengaan kuliah tentu sangat berbeda. Di Perguruan Tinggi, mahasiswa diberikan kebebasan memilih dan mengembangkan minat maupun bakat dan potensi diri masing-masing. Agar tidak bingung, berikut akan dibahas mengenai langkah cerdas dalam menghadapi penerimaan mahasiswa baru. simak yuq uraiannya.

Pengertian Penerimaan Mahasiswa Baru

Kamu tau gak penerimaan mahasiswa baru itu apa? Adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi di Indonesia setiap tahunnya pada awal perkulihaan. Agenda tersebut merupakan langkah awal dalam menseleksi calon mahasiswa baru berkualitas, yang diharapkan bisa menignkatkan mutu dan kualitas kampus tersebut.

Untuk mendapatkan mahasiswa baru berkualitas harus melewati beberapa tahapan seleksi. Bagi Kamu yang berkeinginan untuk bergabung ke sebuah perguruan tinggi tertentu wajib lulus dan mengikuti proses yang ada. Untuk itu diperlukan persiapan diri yang sebaik mungkin.

Baca Juga : Universitas Swasta Terbaik di Jakarta

Dari ribuan calon mahasiswa yang mendaftar tidak mudah untuk memilih dan memilah kualitas dari masing-masing kandidat tersebut. Ada beberapa pilihan jalur yang bias kamu pilih mulai dari SNMPTN, SBMPTN dan juga UM. Untuk ujian mandiri setiap kampus memiliki jadwal tes/ujian berbeda-beda dan kamu wajib memperhatikan dan mengikuti jadwal yang telah ditentukan

Setelah semua jalur tersebut terlaksana diperoleh mahasiswa baru yang berkualitas. Kemudian kegiatan selanjutnya adalah mengikuti pengenalan kehidupan kampus atau jaman dulu dikenal dengan nama ospek. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan seluk beluk dan lingkungan tempat kamu berkuliah nantinya.

Hal yang Harus Disiapkan sebelum Mengikuti Seleksi

Sebelum mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru ada beberapa hal yang wajib Kamu persiapkan. Hal ini dilakukan agar saat hari pelaksanaan kamu sudah benar-benar paham dan menguasai seluk beluk penyeeksian.

Pertama lengkapi semua berkas dengan komplit dan benar. Kelengkapan administrasi merupakan langkah awal untuk dapat lanjut ke tahap berikutnya. Kedua, pelajari materi seputar ujian. Jika Kamu mengikuti SNMPTN, kamu tidak perlu untuk mempelajari soal-soal karena kelulusan ditentukan nilai rapor.

jika tidak lolos dari jalur SMNPTN kamu dapat mengikuti jalur SBMPTN sehingga kamu perlu untuk belajar contoh pertanyaan yang keluar saat tes/ujian. Selain itu, Kamu harus mengerjakannya dengan cepat karena waktu pelaksanaan sangat terbatas.

Ketiga, siapkan mental dan fisik Kamu, kondisi fisik dan pikiran sangat mempengaruhi kesiapan kamu dalam mengikuti ujian. Hindari stress ketika akan menghadapi tes/ujian. Jika pada pelaksanaan kondisi kamu sakit maka akan berpengaruh pada nilai ujianmu.

Untuk menjaga kesehatan, Kamu dapat mengkonsumsi vitamin dan tidur cukup. Kelima, utamakan kejujuran, karena ini sangat penting dalam setiap proses seleksi. Jawab semua pertanyaan dengan jujur dan jangan sampai melakukan tindakan curang seperti mencontek atau browsing jawaban di internet.

Jalur Penerimaan Mahasiswa Baru

Ada beberapa jalur proses penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi yang harus Kamu ketahui. Untuk dapat mengikuti salah satunya kamu harus mempersiapkan segala sesuatu dengan baik. Secara garis besar di Indonesia ada 4 jalur penerimaan mahasiswa baru, yaitu:

Jalur SNMPTN

dulunya SNMPTN dikenal dengan nama PMDK atau undangan, jalur seleksi ini diperuntukkan bagi calon mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri tanpa melalui tahapan tes seleksi. Kesempatan menjadi mahasiswa baru melalui proses tersebut terbuka teruntuk Kamu yang masih duduk di kelas 12.

Bagi alumni SMA/SMK sederajat, tidak diperbolehkan mendaftar melalui jalur seleksi SNMPTN. Sebagian besar, calon pesertanya melalui proses pendaftaran, verifikasi PDSS, input nilai rapor mulai semester 1 hingga 5 dan dokumen lainnya.

Proses tersebut dapat dibantu oleh guru BK di sekolah. Setelah semua tahap dilewati, siswa yang mendaftar tinggal menunggu kabar lolos seleksi atau tidak. Pengumumannya akan disampaikan di bulan Mei setiap tahunnya.

Saat menunggu hasil, siswa dapat menggunakan waktun luang untuk belajar soal-soal tes SBMPTN. Sehingga, apabila tidak lolos seleksi SMNPTN, kamu sudah memiliki persiapan dalam mengikuti ujian tulis berikutnya.

Selisih waktu pelaksanan SBMTN hanya 2-3 minggu saja. Secara otomatis waktu ini tidak cukup untuk mempersiapkan segala prosedur yang diperlukan, termasuk mempelajari contoh-contoh soal. Pelajaran yang bisa Kamu ambil dari hal tersebut adalah selalu persiapkan rencana cadanagan apabila tidak lulus melalui jalur SMNPTN.

Jalur SBMPTN

Sebelum tahun 2013 SBMPTN dikenal dengan nama SNMPTN, yang merupakan jalur seleksi penerimaan mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri dengan sistem tes/ujian tertulis.

Sistem penilaiannya berdasarkan jawaban di setiap kategori soal, yaitu mudah, sedang dan sulit, dan ditentukan berdasarkan jumlah peserta yang berhasil menjawab soal dengan benar.

Ada 3 paket soal dalam ujian SBMPTN, pertama TKPA (TPA) dengan jumlah soal 90 dan waktu pengerjaan selama 105 menit. Mata pelajaran yang diujikan adalah Matematika Dasar, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Kedua, TKA saintek dengan jumlah soal 60 dan waktu pengerjaan selama 105 menit. Mata pelajaran yang diujikan adalah Matematika Saintek, Kimia, Fisika dan Biologi. Kamu harus bias memaksimalkan waktu tersebut dengan baik.

Terakhir adalah TKD Soshum jumlah soal 60 dan waktu pengerjaan 75 menit. Mata pelajarannya adalah Geografi, Sosiologi, Sejarah dan Ekonomi. Ketiganya akan disesuaikan dengan pilihan program studi yang Kamu pilih.

Ada beberapa tips yang dapat Kamu lakukan agar bias lolos melalui jalur SBMPTN. Pertama, kamu harus sering berlatih mengerjakan soal-soal sebelum menghadapi tes/ujian tulis. Semakin terbiasa mengenal pertayaan yang diprediksi akan muncul, maka peluang untuk bisa menjawab dan lulus seleksi lebih besar Kedua, Kamu harus bisa mengikuti kegiatan bimbingan belajar untuk mempersiapkan ujian SBMPTN. Sebenarnya, persiapan bisa kamu lakukan sendiri, tetapi akan lebih baik bila kamu mengambil les tambahan, karena materi yang diberikan lebih spesifik dan mendekati soal yang nantinya akan diujikan.

Jalur ujian Mandiri (UM)

Ujian Mandiri merupakan jalur seleksi masuk perguruan tinggi melalui tes/ujian yang diselenggarakan oleh masing-masing universitas bersangkutan. Setiap kampus memiliki jadwal dan nama tersendiri serta format soal yang berbeda. Maka dari itu, Kamu harus lebih aktif dalam mencari informasi mengenai hal ini.

Jalur ujian mandiri biasanya dilaksanakan setelah SBMPTN. Soal-soal yang diberikan juga hampir sama. Sebelum mengikuti ujian sebaiknya Kamu mencari tahu mengenai jadwal pendaftaran, tes, biaya dan jadwal pengumumanhasil kelulusan.

Jalur ujian Masuk Bersama (UMB PT)

Jalur ujian Masuk Bersama (UMB PT) merupakan ujian mandiri yang dilaksanakan bersamaan oleh beberapa Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta. Jalur ini memiliki kemiripan dengan SBMPTN namun hanya PTN yang mengikuti dan peserta jalur UMB PT lebih sedikit.

Biasanya UMBT dilaksanakan pada akhir tahun ajaran, sekitar bulan Agustus. Bisa dikatakan jalur ini adalah jalur cadangan jika Kamu gagal lolos seleksi lain. Materi ujian yang muncul, yaitu soal penalaran Matematika dan Bahasa, yang terdiri dari Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Selanjutnya, soal penalaran Sains yang terdiri dari Matematika Sains, Kimia, Fisika dan Biologi. Terakhir ilmu sosial dengan mata pelajaan Ekonomi, Sosiologi, Sejarah dan Geografi. Karena jalur ini merupakan jalur terakhir yang bisa Kamu ikuti, sebaiknya persiapkan segala sesuatu dengan baik agar tidak menyesal. Sebenarnya jika tidak lolos kamu masih memiliki peluang untuk ikut kembali di tahun berikutnya.

Langkah Cerdas Menghadapi Penerimaan Mahasiswa Baru

Proses penerimaan mahasiswa baru menjadi hal yang membuat was-was para calon mahasiswa. karena banyak hal yang harus diplikirkan dan dipersiapkan.  Namun, permasalahan ini bisa kamu atasi dengan melakukan langkah cerdas dan mudah. Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Mencari Universitas Ternama dan Terkenal

Kamu pasti memiliki keinginan dan harapan untuk dapat kuliah di universitas ternama dan terkenal kan? Tak hanya Kamu, sebagian besar calon mahasiswa juga memilki keinginan yang sama.
Terlebih pada Perguruan Tinggi Negeri favorit. jika dapat diterima tentunya menjadi suatu kebanggan tersendiri. Biasanya di setiap provinsi memiliki universitas unggulan yang disertai dengan kualitas baik.

2. Mencatat Jadwal Penerimaan Mahasiswa Baru

Bagian ini menjadi bagian paling penting karena sangat membantu Kamu. Biasanya setiap kampus menginformasikan jadwal bervariasi dan tidak bersamaan. Pastikan kamu mengetahui dan mencatat pengumuman di setiap universitas tujuan ya.

jika informasi tersebut terlewatkan dan kuota yang disediakan habis, peluang Kamu masuk ke perguruan tinggi tersebut kandas dan kamu harus mengulangi lagi di tahun berikutnya.

Jadwal penerimaan mahasiswa baru di kampus swasta dan negeri tentunya berbeda. Untuk kampus swasta dibuka mulai bulan Oktober setiap tahun. Sedangkan untuk universitas negeri dibuka pada bulan juni.

3. Memilih Jurusan yang Tepat

Kamu sebaiknya juga mempersiapkan jurusan yang akan kamu ambil sesuai dengan bakat dan minat. Pastikan kampus mana yang menyediakan program studi tersebut.

Setelah itu, sebaiknya kamu segera mencari tahu berapa jumlah kursi yang tersedia. Hal ini berguna untuk mengantisipasi dan mendaftarkan diri lebih awal jika jumlah kuota yang tersedia terbatas. Tentunya akan mempermudah kamu dalam proses pendaftaran sebagai mahasiswa baru.

4. Mempertimbangkan Biaya Kuliah

Namanya juga mencari ilmu tentu kamu harus mengeluarkan biaya. Untuk sebagian orang biaya bias menjadi kendala. Solusi dari permasalahan tersebut adalah Kamu harus mencari kampus sesuai dengan anggaran yang kamu punya.

karena biaya merupakan bagian penting yang akan mempermudah kamu dalam memilih kampus dan jurusan.

Jangan sampai memaksakan diri masuk ke universitas dengan badget yang mahal hanya karena gengsi. Akan lebih baik, jika kamu dapat masuk melalui jalur beasiswa sehingga pengeluarannya tidak terlalu besar.

5. Tetapkan pilihan sejak awal

Agar Kamu tidak semakin bingung kamu sudah menetapkan pilihan universitas dan jurusan sejak awal. Agar tidak membuat kamu semakin sulit dalam mengambil keputusan.

Baca Juga : Tips Memilih Jurusan Kuliah

Selain itu, juga kamu akan mengalami kesulitan dalam mendafar, terlebih jarak antara kampus yang satu dengan lain berjarak jauh. Untuk itu, sebaiknya kamu tetap fokus pada satu jurusan dan universitas aja. Karena dapat mempermudah saat proses pendaftaran.

Itulah ulasan lengkap mengenai langkah cerdas hadapi penerimaan mahasiswa baru yang bisa Kamu ikuti. Semoga dapat membantu kamu untuk mengikuti setiap proses seleksi yang harus dilewati. Intinya semua kembali pada persiapan yang kamu lakukan, agar tidak menyesal persiapkan semuanya sebaik mungkin.