Meski nilai bukanlah tujuan utama yang harus dipenuhi dalam kuliah. Lulus dengan nilai Cumlaude merupakan idaman setiap mahasiswa. Meski terkadang, dalam kenyataanya cukup sulit untuk dicapai. Karena Seiring semester berlanjut hasrat untuk mengejar nilai justru semakin menurun.

Nggak ada salahnya, jika Kamu ingin lulus dengan nilai bagus, sebelum Kamu benar-benar dapat menggapainya, ada baiknya kamu mengetahui apa Itu Cumlaude?

Mengenal apa itu Cumlaude

Cumlaude berasal dari bahasa latin yang artinya “dengan kehormatan atau dengan pujian”. Jadi pengertiannya yaitu gelar yang diberikan kepada sarjana ataupun pascasarjana yang meraih pencapaian akademik sangat baik.

Cumlaude menjadi tujuan setiap mahasiswa. meskipun nggak semua bisa meraihnya. Salah satu keuntungan jika Kamu-kamu mendapat predikat ini, adalah kamu dapat dengan mudah melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Ataupun lebih mudah untuk diterima oleh perusahaan besar.

Baca Juga : Hal-Hal yang Harus Diketahui Seorang Mahasiswa Baru

Sebutan Cumlaude sendiri disematkan ketika Indeks Prestasi mahasiswa >3.50. Di seluruh dunia, predikat Cumlaude hanya digunakan pada lulusan pascasarjana, namun untuk di Indonesia, Filipina dan Amerika Serikat gelar ini ditujukan kepada lulusan sarjana.

Langkah Untuk Lulus dengan Gelar Cumlaude

Indek Prestasi Kumulatif saat kuliah menentukan kelulusan seorang mahasiswa. banyak dari Kamu yang beranggapan untuk apa lulus dengan gelar Cumlaude, namun tidak bisa apa-apa bukan berarti mengabaikan nilai IPK begitu saja.

Berikut ada beberapa langkah yang bisa kamu coba untuk dapat lulus dengan gelar Cumlaude.

1. Buat Tulisan di Buku atau Kertas di Tembok

Buatlah catatan kecil mengenai harapan kamu untuk jangka panjang maupun pendek, tulislah di buku yang biasa Kamu bawa ke kampus atau di kertas lalu tempelkan di tembok. Sehingga, setiap kali melihatnya kamu akan termotivasi untuk menggapainya. Misalkan,”lulus dengan cepat antara 2,5 atau3,5 tahun dengan nilai IPK >3.5”.

2. Kerjakan Tugas Tepat waktu

Disiplin waktu merupakan kunci kesuksesanmu. terkadang kalian pasti mengeluh dengan tugas dosen yang menumpuk? Hingga akhirnya malas untuk mengerjakan tugas tersebut. Malas karena belum paham terhadap materinya atau mungkin karena banyaknya tugas.

Baru melihat soal saja Kamu sudah malas, inilah yang menyebabkan tugasmu selalu molor. Semakin menunda tugas tersebut, semakin banyak pula tugas yang menumpuk dan akhirnya tidak selesai

Sebetulnya, dosen yang memberi tugas sudah memperhitungkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan tugas tersebut dan kapan tugas harus dikumpulkan. Usahakan segera mengerjakan dan mengumpulkannya tepat waktu.

3. Kosongkan Pikiran saat Menerima Materi

Kemungkinan materi yang ada di sekolah akan diulang di bangku kuliah. Inilah yang menyebabkan Kamu meremehkan materi dari dosen. Usahakan saat mengikuti mata kuliah kamu mengosongkan pikiran.

Ibarat kata seperti gelas kosong yang selalu siap diisi dengan air. Dengan mengosongkan pikiran kamu akan mudah menerima materi tersebut. Bukan tidak mungkin di bangku kuliah kamu akan mendapat ilmu baru. karena pendidikan itu luas dan akan selalu berkembang.

4. Bertanya Jika Belum Paham

Jangan takut dica bodoh oleh teman-temanmu. Tulalit lah, yang bodoh lah, karena sebetulnya mereka sama seperti kamu, hanya saja gengsi untuk mengakuinya. Jika kamu belum paham maka kamu wajib bertanya. Pernah kan waktu SD kamu diajari peribahasa “malu bertanya sesat di jalan”.

5. Tonjolkan Diri Selama Perkuliahan

Sama seperti saat mengenyam pendidikan di pendidikan sebelumnya, pasti dosen akan selalu bertanya dan menginginkan mahasiswanya untuk maju dan menjawab pertanyaan atau soal. Jika memang bisa, kamu wajib menjawab karena ini akan memberikan nilai plus buat Kamu.

Jangan malu, jangan takut salah, jika ada kesempatan seperti ini gunakan sebaik-baiknya. Kalaupun jawabanmu salah, dosen gak akan memarahimu kok, pasti nanti akan dikoreksi bersama. Yang penting kamu berani dan tonjolkan dirimu di dalam kelas.

Enaknya ngomong cari muka depan dosen gitulah, tapi ini ke arah positif Guys. Apalagi kalau semua mahasiswanya semangat untuk maju pasti dosen akan memberikan penilaian yang baik untuk kelasmu.

6. Jangan Bolos

Bagi kamu yang suka bolos ketika sekolah, jangan sampai kebiasaan buruk ini dibawa sampai kuliah. Absensi punya pengaruh besar terhadap penilaian karaktermu. Jangan seperti di sinetron, kuliah-pacaran-nongkrong-pulang.

Jika Kamu bolos sebenarnya kamu rugi loh, kamu akan ketinggalan informasi yang disampaikan dosen. Dan akan membuatmu ketinggalan pelajaran serta kamu akan dituntut untuk dapat mengikutinya. Bisa saja dosen memberikan kisi-kisi soal ujian. Akhirnya kamu akan rugi sendiri kan.

7. Buat Catatan Lengkap

Usahakan untuk selalu memiliki buku catatan seperti ketika sekolah SD, SMP, SMA dulu. Dengan memiliki catatan yang rapi, akan mempermudah kamu untuk belajar di rumah. Kamu bisa menggunakan Binder File dan menjadikan satu semua catatan untuk setiap mata kuliah. Gunakan pulpen warna atau stabilo agar mempermudahkan belajarmu nantinya.

8. Menjelang Ujian, Cari Soal-soal di perpustakaan

Soal-soal ujian yang dibuat bisanya gak akan jauh berbeda dengan soal tahun sebelumnya, apalagi jika dosennya sama. Maka wajib bagi kamu untuk sering berkunjung ke perpustakaan, biasanya dalam perpus terdapat arsip untuk soal-soal tersebut. Dan pastikan Kamu membacanya.

9. Atur Waktu Sebaik Mungkin

Bisa dibilang mengatur waktu saat kuliah gampang-gampang susah. Jika pagi hari kamu harus mengikuti mata kuliah dan siang sampai malam kamu mengikuti kegiatan praktikum, maka gunakan waktu yang ada untuk mengerjakan tugas dan istirahat agar besok kamu bisa kuliah lagi.

10. Sharing Materi Bareng Teman

Yaps, sharing materi dengan teman tidak akan membuat materi yang kamu dapat hilang. Jangan pelit untuk berbagi. Dengan banyak teman, karena mereka juga akan membantu menyelesaikan setiap kali Kamu mengalami masalah.

Buatlah diskusi, misalkan ada 5 orang mengerjakan soal yang sama dan jawabanya dibahas bersama. Dari sana akan kelihatan siapa yang mengalami kesulitan.

Keuntungan Lulus dengan Nilai Cumlaude

Lulus dengan gelar Cumlaude memang tidak 100 persen menjamin kehidupanmu lebih baik. Akan tetapi, ketika Kamu memasuki dunia kerja maka kamu akan mendapatkan peluang yang lebih besar dari temanmu yang IPKnya rendah.

Sebagian dari mereka beranggapan bahwa keterampilan jauh lebih menjamin kehidupan yang mapan. Terlepas dari benar atau tidaknya persepsi tersebut ada beberapa keuntungan jika lulus dengan IPK tinggi. Dan dari sana kamu akan mengerti sebenarnya apa itu Cumlaude dan manfaatnya untuk kamu.

1. Memudahkan untuk Mendapat Beasiswa On Going

Proses kuliah untuk mendapat gelar strata 1 paling tidak harus kamu tempuh dalam 7 hingga 8 semester. Proses yang lumayan rumit, karena Dibutuhkan waktu sekitar 3,5 sampai 4 tahun untuk menyelesaikannya. Dalam proses setiap semester akan ada yang namanya IPK sementara. Kalian Pasti sudah pada tahu kan apa itu IPK.

Bagi Kamu yang memiliki IPK sementara cukup tinggi kamu bisa mendapatkan beasiswa On Going. Beasiswa ini diberikan bagi mahasiswa yang lulus antara semester tiga sampai semester delapan. Namun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi ketika ingin mendapat beasiswa jenis ini.

Syarat teersebut biasanya berupa sertifikat keterampilan atau prestasi. Namun, kebanyakan syarat tersebut adalah dengan mencapai IPK minimal 3.25.

Pengalaman temen penulis, mendapat beasiswa On Going jenis PPA dengan syarat IPK diatas 3.00. Dan menjadi asisten luar biasa Laboratorium atau pengurus Lembaga Kemahasiswaan pada semester 3 sampai 8. Beasiswa ini cair 4 kali dalam setahun. Lumayan lah mengurangi beban ortu.

2. Untuk Melanjutkan ke Perguruan Tinggi Terkemuka

Beberapa dari Kamu pasti ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi setelah lulus dan mendapat gelar sarjana nantinya. Pilihan untuk lanjut ke jenjang S2 biasanya kamu pasti akan memilih kampus yang lebih baik bukan.

Hampir semua kampus menjadikan syarat IPK sebagai penerimaan berkas. Misalnya kampus dengan Akreditasi A hanya butuh minim IPK 3.00, Akreditasi B minimal IPK 3.25 dan Akreditasi C paling tidak butuh IPK 3.50.

Syarat ini pasti banyak menggugurkan mahasiswa yang tidak memiliki IPK mencukupi. Jika Kamu memang berniat melanjutkan ke strata 2 maka wajib untuk menyiapkan IPK yang cukup. Agar nantinya berkasmu cepat di terima oleh pihak kampus.

3. Membantu pada Tahap Seleksi ketika Mengajukan Lamaran Kerja

Harapan setelah lulus pasti cepat mendapatkan pekerjaan bukan. Nah, proses pertama yang harus dilakukan pada saat melamar kerja adalah seleksi berkas. Para HRD pastinya tidak mempunyai kemampuan mengetahui sejauh mana Kamu menguasai ketrampilan.

Meski disana tertulis dengan jelas kemampuanmu. Sejatinya siapa saja pasti bisa menulis tanpa dibuktikan ditahap awal. HRD pasti akan melihat IPK dari sang pelamar kerja pada seleksi tahap awal. Oleh karena itu CV dengan IPK tinggi akan lebih dipertimbangkan daripada CV dengan IPK rendah.

4. Membawa Momen Bahagia ketika Wisuda

Bayangkan momen wisuda yang ditunggu oleh dirimu sendiri maupun orang tua selama 4 tahun. Terkadang, ada pula mahasiswa yang cuek dan acuh tak acuh dengan prosesi wisuda. Namun, bagi Kamu para predikat “Cumlaude” dengan IPK tinggi tentunya memiliki kesan tersendiri.

Biasanya Kamu para “Cumlauder” memiliki posisi tersendiri pada saat prosesi wisuda., meskipun tidak begitu penting, namun ini merupakan salah satu ajang tebar pesona untuk menunjukan siapa diri kalian sebenarnya, bukan bermaksud sombong, Melainkan menunjukan inilah hasil kerja kerasku selama 4 tahun..

5. Memudahkan Penerimaan Berbagai Macam Beasiswa

Program beasiswa merupakan incaran para Scholar, untuk lanjut ke program studi sarjana. Disamping tingkat kesulitan yang lebih tinggi, program pasca sarjana tentu lebih mahal ketimbang program sarjana. Salah satu cara untuk mengatasi persoalan biaya adalah beasiswa, bahkan beasiswa bisa membawamu sampai kuliah ke luar negeri. Gimana, apakah kamu tertarik?

Sudah bukan rahasia umum lagi kalau syarat mendapat beasiswa untuk kuliah keluar negeri ataupun dalam negeri adalah IPK. Meskipun Kamu memiliki kemampuan bahasa Inggris dengan TOEFL lebih dari 677, sudah dipastikan berkasmu akan ditolak jika IPKmu tidak memenuhi syarat.

6. Lolos Seleksi Calon Mertua

Nah, ini yang paling menarik dari semua keuntungan Cumlaude. Buat kamu para jomblo mania, terkadang IPK menjadi salah satu pertanyaan calon mertua lho, terutama ketika momen apel ke rumah doi. Jika memiliki IPK rendah maka kamu wajib untun berhati-hati.

Baca Juga : Alasan Masuk Universitas Swasta

IPK saja Kamu nggak bisa jaga gimana dengan anakku nanti. Ini sih sebagai celotehan saja ya Guys. Tidak semua orang tua mengukur semuanya dari materi kok. Namun ini bisa dijadikan “tensi” di depan camer kalau ngakunya IPK 1.50 atau bahkan lebih buruk.

Demikianlah sedikit informasi tentang Cumlaude beserta keuntungannya. Memang bukan jaminan IPK tinggi akan menjadikan orang sukses. Sebut saja Bill Gate dia sukses tanpa IPK. Tapi ingat untuk meraih sebuah kesuksesan tetap dibutuhkan ketekunan dan kerja keras.