Buat Kamu yang sebentar lagi lulus SMA, pasti nggak bisa santuy-santuy nih. Selain harus belajar untuk ujian nasional, kamu juga haarus mempersiapkan diri untuk persiapan tempat kuliah nantinya. Terlebih untuk kamu yang berniat mendaftar di universitas swasta, kamu harus mengetahui tentang seluk beluk yang ada. Selain itu, kamu juga harus paham tentang pengertian perguruan tinggi swasta.

Mengenal Sejarah Perguruaan Tinggi Swasta

Berdirinya beberapa kampus swasta di Indonesia tentu memiliki latar belakang berbeda-beda saat sebelum menjadi besar seperti sekarang. Untuk Kamu yang penasaran mengenai sejarah munculnya perguruan tinggi swasta, berikut ulasannya:

Masa Kolonial Belanda (Dari Tahun ke Tahun)

Awalnya, perguruan tinggi di Indonesia mulai muncul sejak masa kolonial. Waktu itu pemerintah Hindia Belanda memberlakukan politik etis yang salah satu programnya adalah bidang pendidikan. Hal itulah yang kemudian menjadi latar belakang berdirinya sekolah-sekolah.

Setelah itu, dibangun sekolah dasar untuk belajar menulis, membaca dan menghitung. Beberapa waktu kemudian diperluas dengan didirikannya sekolah menengah dan perguruan tinggi. Itulah yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya universitas dan fakultas di tiga kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya.

Pada awalnya perguruan tinggi tersebut hanya berfokus pada bidang kesehatan saja. Tahun 1902 di Batavia (saat ini Jakarta) didirikan School Tot Opleiding van Inlandsche Artsen atau dikenal sebagai Sekolah Dokter Bumi Putera.

Baca Juga  :  Pendaftaran Universitas Tarumanagara

Pada tahun 1913 di Surabaya didirikan NIAS (Nerderlandsch Indische Artsen School). Setelah itu muncul kejadian dimana STOVIA tidak lagi menerima murid baru, kembali muncul GHS (Geneeskundige Hooge School) di tahun 1927. Perguruan tinggi tersebut merupakan embrio dari Fakultas kedokteran Universitas Indonesia.

Di kota kembang Bandung, pada tahun 1920 didirikan Technische Hooge School (THS), yang saat itu langsung dijadikan perguruan tinggi negeri. Kampus tersebut kemudian menjadi cikal bakal dari salah satu Institut terbaik di Indonesia saat ini, yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB).

Textil Inrichting Bandoeng (TIB) juga didirikan pada 1922 di kota kembang tersebut, yang kemudian menjadi cikal bakal dari Sekolah Tinggi Teknologi Bandung. Selanjutnya, di tahun yang sama dibangun sekolah hukum (Rechts School) dan pada dua 2 tahun kemudian tepatnya 1924 berubah menjadi sekolah tinggi hukum (Recht hooge School).

Sekolah tinggi tersebut merupakan awal dari Fakultas Hukum pertama di Indonesia. Pada tahun 1940 di Batavia didirikan Faculteit de Letterenen Wijsbegeste yang kemudian berubah menjadi Fakultas Sastra dan Filsafat.

Selanjutnya, di Bogor pada tahun 1941 didirikan sebuah sekolah tinggi pertanian (Landsbouwkundge Facultiet), yang sekarang dikenal dengan nama Institut Pertanian Bogor (IPB). Setelah itu, masuk kedalam masa penjajahan Jepang hinggai awal kemerdekaan Indonesia.

Masa penjajahan Jepang

Pada zaman penjajahan Jepang, GHS ditutup atas inisiatif dari pemerintahan militer, lalu digabung menjadi satu dengan NIAS. Kemudian gabungan diantara keduanya diberi nama Ika Dal Gakko (Sekolah Tinggi Kedokteran).

Pada tanggal 12 Agustus 1945 atau dua hari setelah proklamasi kemerdekaan, pemerintah Indonesia kemudian mendirikan Balai Pergoeroean Tinggi RI yang memiliki Pergoeroean Tinggi Kedokteran. Dan secara resmi dibuka pada 1 Oktober 1945.

Pasca Proklamasi Kemerdekaan

Tahun 1946-1949 saat masa perjuangan revolusi melawan Belanda, Pergoeroean Tinggi Kedokteran mengungsi ke Klaten, Jawa Tengah dan Malang, Jawa timur. Saat itu, Pusat Pemerintahan RI yang berada di Yogyakarta bekerja sama dengan Yayasan Balai Perguruan Tinggi Gadjah Mada.

Pada tanggal 19 Desember 1949, dari kerja sama tersebut terbentuklah Universitas Gadjah Mada. Dan Setelah itu, diikuti dengan didirikannya 2 fakultas baru yaitu fakultas Hukum dan fakultas Kesusasteraan yang berlokasi di pergelaran dan secara bertahap dipindahkan ke kampus Bulak Sumur.

Pada Zaman pendudukan Belanda di Batavia, pemerintah saat itu berusaha membuka kembali GHS. Dan pada saat penyerahan kedaulatan di tahun 1949 dan muncul gagasan untuk menjunjung tinggi pengetahuan tanpa membedakan warna kulit maupun asal keturunannya.

Kedua lembaga bekas kolonial Belanda dan bekas Republik kemudian dijadikan satu menjadi Universiteit Indonesia, Fakulteit Kedokteran pada tanggal 2 Februari 1950. Saat ini, lebih populer dengan nama Fakultas kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).

Lalu dari kedua universitas tersebut kemudian dikembangkan menjadi lima perguruan tinggi yaitu Universitas Airlangga tahun 1954, Institut teknologi bandung (ITB) pada 1959 dan 1963 didirikan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Itulah latar belakang, lahirnya perguruan tinggi swasta di Indonesia. saat ini bahkan beberapa dari kampus tersebut sudah dikenal sebagai universitas terbaik di Indonesia dan berstatus sebagai universitas negeri. Salah satu kampus tertua dan berdiri paling lama yakni Universitas Tarumanagara.

Sejarah Universitas Tarumanagara dari Masa ke Masa

Berikut sejarah berdirinya Universitas Tarumanagara:

Masa Awal

Universitas Tarumanagara merupakan salah satu kampus swasta tertua di Indonesia yang berada di Jakarta. Nama PTS tersebut diambil dari salah satu kerajanan hindu di Nusantara. Universitas Tarumanagara berdiri pada tanggal 1 Oktober 1959.

Pendiri Universitas Tarumanagara

Mulainya Universitas Tarumanaagara diitandai dengan berdirinya “Perguruan Tinggi Ekonomi Tarumanagara” dibawah naungan Yayasan Tarumanagara pada tanggal 18 Juni 1959. Saat ini Universitas Tarumanaagara memiliki 3 lokasi kampus, kampus pertama berada di Jln. S Parman no 1, Jln. Tanjung Duren Utara no 1 dan Jln. TB Simatupang.

Sejarah Berdirinya Universitas Tarumanagara dicetuskan pada tahun 1957 oleh sekelompok sosiawan Perhimpunan Sosial Candra Naya dan pada waktu itu masih bernama Sin Ming Hui, yang diprakarsai oleh Drs. Kwee Hwat Djien.

Berdirinya Universitas Tarumanagara

Pada tanggal 18 Juni 1959, tercipta kesepakatan dari para pendiri dan selanjutnya terbentuklah yayasan Tarumanagara dan Kemudian pendiriannya diresmikan melalui Akta Notaris E.Pondaag nomor 54 per 11 September 1959.

Tarumanagara tersebut awalnya berbentuk yayasan, tetapi kemudian diusulkan menjadi universitas oleh P.K.Ojong saat rapat di tanggal 3 Juli 1959. Usulan tersebut lalu didukung Moh.Said. Alasannya adalah karena kerajaan tersebut dulunya pernah berdiri di daerah yang saat ini bernama Jawa Barat.

Pada abad VI, kerajaan Tarumanagara mencapai puncak kejayaan ketika berada dibawah pemerintahan Raja Purnawarman. Keberadaannya dibuktikan dengan ditemukannya peninggalan sejarah berupa prasasti yang tersebar di Jawa Barat maupun Jakarta.

Tokoh Pendiri Universitas Tarumanagara

Beberapa nama pendiri yayasan Tarumanagara adalah Drs. Kwee Djien (H.K Santoso), Drs. Oey Kwie Tek (Hendra Darmawan, Mr. Auw Jong Peng Koen (P.K Ojog), Lim Toan Lok (Johannes Soewandi), Mr. Drs. Go Tien Siem, Khoe Woen Sioe, Dr. Liem Tjien Kiat (Eddy L. Woworuntu), Drs. Lim Tjoeng Sen dan masih banyak lagi.

Setelah yayasan tarumagara resmi berdiri, kemudian dilakukan penyusunan pengurus dengan formasi awal sebagai berikut, Ketua Drs.Kwee Hwat Djien, Wakil ketua R. Supangat Prawirokoesoemo, Drs. Lo Kiem Tjing, Penulis Drs. Kho Han Tiong dan Bendahara Hazil Tanzil.

Tujuan Didirikan saat itu

Tujuan didirikannya yayasan ini adalah untuk mengembangkan dan juga meningkatkan mutu pendidikan, pengajaran maupun kebudayan masyarakat, dengan berpedoman pada pembentukan manusia Indonesia yang berbudi luhur dan pandai.

Fakultas Pertama

Pada tanggal 15 Oktober 1959 bertempat di gedung Candra Naya, Jln. Gajah Mada no 188, secara resmi yayasan tarumanagara secara resmi mendirikan Perguruan Tinggi Ekonomi Tarumanagara dengan jurusan pertama Ekonomi Perusahaan.

Perguruan tinggi tersebut kemudian dipimpin oleh Drs. Kho Oen Bik sebagai Dekan dan Drs. Lo Kiem Tjing sebagai wakilnya. Selanjutnya, pada tanggal 3 Februari 1960 rapat kembali dilaksanakan untuk membahas rencana mendirikan pendidikan kejuruan teknik.

Tanggal 24 Oktober 1960, Ir. Ong Tjing Jong dipilih membentuk sebuah panitia persiapan pendirian sekolah teknik. Hasil kerjanya yaitu memutuskan untuk mendirikan Sekolah Kejuruan Teknik Arsitektur dengan dipimpin oleh Ir. Hadmadi sebagai ketua dan Ir. W. Pragantha sebagai sekretaris.

Fakultas tersebut kemudian menjadi jurusan teknik arsitektur tertua di Indonesia. Akan tetapi dalam perjalannya fakultas tersebut mengalami pasang surut. Perkuliahannya tidak berjalan sesuai perencanaan awal, karena kala itu para mahasiswa berjuang untuk menumbangkan Orde Lama dan menegakkan Orde Baru.

Bahkan jurusan bahasa Inggris terpaksa harus ditutup dan mahasiswanya dipindahkan ke Fakultas Sastra, Universitas Indonesia.

Masa Kebangkitan

Tahun 1967 merupakan titik awal kebangkitan Universitas Tarumanagara. Saat itu diresmikan penggunaan kampus di Jalan S. Parman.

Pada waktu bersamaan, Fakultas Bahasa Modern tidak dapat bertahan dan akhirnya dibubarkan, sedangakan fakultas lainnya masih bertahan.

Berdirinya Fakultas lain

Pada tahun 1962 berdiri Fakultas Hukum yang mengelola Program studi Ilmu Hukum dengan 5 program khusus yaitu hubungan anggota masyarakat, hubungan transnasional, hubungan negara dan masyarakat, kegiatan bisnis, pencegahan serta penanggulangan kejahatan.

Tiga tahun kemudian yaitu pada tahun 1965 didirikan Fakultas Kedokteran dengan program studi S1 Pendidikan Kedokteran Profesi Dokter. Sedangkan di 1972, dibuka kembali jurusan Akutansi dengan prodi S1 Akutansi.

Fakultas teknik yang awalnya dimulai dengan jurusan Arsitektur dengan Prodi S1 Arsitektur kemudian memiliki jurusan baru yaitu S1 Teknik Sipil, S1 Teknik Mesin. Oh iya, perlu Kamu ketahui bahwa UNTAR merupakan salah satu pencetus pendidikan pengembangan real estate di Indonesia.

Hal tersebut ditandai dengan munculnya program studi Perencanaan Kota dan Real Estate yang pada mula keduanya berada di bawah jurusan Arsitektur, kemudian berdiri sendiri sebagai Fakultas Teknik.

Program studi di Era 90an

Tahun 1991/1992 dibuka program studi Teknik Informatika. Pada tahun 1994/1995 dibuka kembali dua fakultas baru yaitu Psikologi serta Seni Rupa dan Desain.

Saat itu secara resmi Universitas Tarumanagara memiliki 8 fakultas yaitu Ekonomi, Hukum, Teknik, Kedokteran, Psikologi, Seni Rupa dan Desain, Teknologi Informasi, Seni Rupa serta tiga program magister Yaitu Ilmu Hukum, Teknik Sipil dan manajemen.

BAN-PT memberikan pengakuan berupa akreditasi A di Tahun 1998 untuk sejumlah program studi, seperti S1 Manajemen, Akutansi, Ilmu Hukum, Arsitektur, Teknik Sipil, Teknik Mesin serta Pendidikan Dokter.
Tanggal 7 Januari 2002 Fakultas Teknologi Informasi diresmikan. Peristiwa tersebut dengan dibukanya Program studi Teknik Informatika sejak tahun 1992. Dan saat ini prodi tersebut telah mendapatkan Akreditasi A.

Masa Kini

Beberapa orang terkenal di Indonesia yang merupakan alumni Universitas Tarumanagara adalah Billy Davidson, Margareth Angelina (Ex Cherrybelle), Jessica Veranda (JKT 48), Taufik Hidayat, Dhini Aminarti, Tsania Marwa, Djan Faridz, Ramdan Alamsah, Suhartoyo dan masih banyak lainnya.

Pada tahun 2019 ini, Universitas Tarumanagara mencetuskan gerakan baru dimana semua program studi di kampus tersebut harus memasukkan mata kuliah kebhinekaan. Tujuannnya adalah untuk menjaga kesatuan dan juga toleransi sesama masyarakat.

Tahun ini juga, Universitas Tarumanagara mendapatkan tingkat akreditasi A, diikuti dengan beberapa program studinya yaitu Manajemen, Akutansi, Ilmu Hukum, Teknik Arsitektur, Teknik Sipil, Teknik Mesin dan sebagainya.

Pengertian Universitsas Swasta secara Umum

Berikut ini akan dijelaskan mengenai latar belakang serta pengertian dari Universitas swasta.

Pengertian Universitas Swasta

Universitas swasta merupakan perguruan tinggi yang dikelola dan dimiliki oleh perorangan dan kelompok/ yayasan tertentu, Seperti halnya pada Universitas Tarumanagara. Ini berbeda dengan universitas negeri yang memperoleh subsidi dari pemerintah untuk pelaksanaan dan pengelolaan pendidikan.

Sangat berbeda dengan kampus swasta, seluruh pembiayaan, pengelolaan dan juga pelaksanaan pendidikan semuanya menjadi tanggung jawab perguruan tinggi yang bersangkutan. Dalam konteks ini, pemerintah hanya bertugas sebagai pengawas dan pemberi ketentuan kurikulum untuk proses pembelajaran sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Akreditasi Universitas Swasta

Suatu yayasan/kelompok dan perorangan yang memiliki keinginan mendirikan perguruan tinggi swasta harus mempunyai izin dari pemerintah. Agar bisa mendapatkan akreditasi lembaga pendidikan terkait dimasa mendaatang.

Dasar Pelaksanaan Akreditasi

Berdasarkan Undang-undang no. 26 tahun 1961, bahwa ada tiga akreditasi yang diberikan oleh pemerintah untuk menilai suatu kampus swasta, pertama status terdaftar, kedua status diakui dan ketiga status disamakan dengan perguruan tinggi negeri.

Baca Juga : UNTAR Menerima Tiga Penghargaan LLDIKTI

Ternyata akreditasi tersebut tidak berlaku bagi universitas secara kesuluruhan. Dan hanya berlaku untuk unit-unitnya saja, seperti jurusan atau program studi yang diadakan di suatu fakultas.
Ketentuan Akreditasi

akreditasi terdaftar atau diakui, untuk semua mahasiswa diwajibkan mengikuti ujian negara. Sedangkan yang memeiliki status disamakan, tidak harus mengikuti ujian tersebut. Ujian lokal yang diselenggarakan oleh unit tersebut dianggap setara dengan universitas negeri.

Status setiap program studi atau jurusan berlaku dalam jangka waktu berbeda-beda. Bagi status terdaftar hanya 5 tahun, status diakui 4 tahun dan status disamakan 3 tahun saja. Akreditasi tersebut harus ditinjau ulang untuk diperbarui.

Lembaga yang Menaungi Akreditasi Kampus Swasta

Untuk universitas swasta di Indonesia harus dikoordinasikan oleh Koordinator Perguruan Tinggi Swasta atau disingkat dengan nama Kopertis. Apabila kampus tersebut tidak dapat menunjukkan kesanggupannya, status yang telah diberikan kepada tiap unit dapat berubah/diturunkan berdasarkan prestasinya selama ini.

Kopertis tersebut pada tahun 2017 berubah nama menjadi L2DIKTI. Dan berfungsi membantu meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi. Tugasnya juga berbeda dengan sebelumnya, dimana tidak hanya melayani kampus swasta saja tetapi juga universitas negeri.

Hingga Agustus 2019 jumlah perguruan tinggi swasta di Indonesia mencapai 4500-an instansi, termasuk di dalamnya Universitas Tarumanagara. Angka tersebut jauh lebih besar jika dibandingkan dengan negara China yang hanya memiliki 2.825 kampus. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk yang jauh lebih banyak dari Indonesia.

Kebijakan Pemerintah Terkait Universitas Swasta

Dengan banyaknya jumlah universitas swasta di Indonesia, Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemeristekdikti) berusaha untuk mengurangi jumlahnya. Mulai dari melakukan evaluasi kinerja dan standar setiap PTS. Hingga dengan dilakukannya merger atau penyatuan sejumlah kampus dengan satu yayasan yang sama.

Cara ini dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi jumlah perguruan tinggi swasta di Indonesia yang sebagian besar tersebar di Pulau Sumatra dan pulau Jawa. Evaluasi tersebut akan menghasilkan penutupan hingga pencabutan izin pendiriana universitas.

Sejak tahun 2015, Kemenristekdikti telah menutup 130 perguruan tinggi swasta, penutupan tersebut dilakukan setelah melakukan evaluasi. Alasannya karena kurangnya jumlah dan bahkan beberapa universitas tidak memiliki mahasiswa, hingga mempunyai masalah yang tidak bisa diselesaikan dan terdapat transaksi jual beli ijazah.

Bagi perguruan tinggi swasta yang bermasalah, pada dasarnya memang harus segera ditutup dan dicabut perizinannya. Ini karena jika tidak segera dilakukan maka ijin tersebut akan disalahgunakan, misalnya untuk pembuatan ijazah palsu.

Kelebihan dan Kekurangan Universitas Swasta

Adapun kelebihan universitas swasta, seperti Universitas Tarumanagara adalah proses pendaftaran lebih mudah dibandingkan dengan kampus negeri, mahasiswanya akan lebih mendapat perhatian dosen mengingat jumlahnya yang lebih sedikit, kegiatan perkuliahan atau akademik tidak begitu ketat. Sehingga bisa mengatur waktu lebih baik.

Ada beberapa universitas swasta mematok biaya lebih terjangkau dibandingkan kampus negeri. Terdapat juga PTS yang mempunyai universitas cabang, sehingga mempermudah mahasiswa untuk mendapatkan dan menjangkau akses menuju kuliah.

Sedangkan kekurangannya berupa biaya kuliah yang relatif lebih mahal, fasilitas yang dimiliki oleh kampus harus teliti terlebih dahulu, seperti gedung, perpusatakaan, laboratorium, ruang kelas dan sebagainya. Peluang untuk mendapatkan beasiswa relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan universitas negeri. Dan yang terakhir adalah kelengkapan akademiknya sangat kurang.

Syarat Berdirinya Perguruan Tinggi Swasta

Usulan mendirikan perguruan tinggi swasta, perseorangan ataupun yayasan/kelompok harus memenuhi beberapa kriteria dan juga syarat. Patokan minimal sebagaimana yang sudah diatur dalam Kepmen No 232/U/2000, No 234/U/2000 dan Kepdirjen DIKTI No. 108/DIKTI/Kep/2001.

Usulan pendirian tersebut bisa melalui dua jalur, tahap pertama dilakukan secara off line dengan terlebih dahulu mengisi formulir 1 sampai 3 dan bisa dunduh melalui http://silemkerma.ristekdikti.go.id/.

Tahap kedua dilakukan secara online setelah mendapatkan user id dan juga password. Langkah selanjutnya mengisi formulir 4 dan 5 sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan sebelumnya oleh Dikti.

Jenis Perguruan Tinggi Swasta yang dapat didirikan

Sebelum mendirikan sebuah universitas, tentu harus menentukan dahulu jenis dari lembaga yang akan dibangun. Seperti:

Universitas

Pengertiannya adalah suatu perguruan tinggi yang menyelenggarakan jenis pendidikan akademik, vokasi dan profesi dengan berbagai macam ilmu pengetahuan dan teknologi, melalui Program Sarjana, Magister, Doktor, Diploma Tiga, Diploma Empat atau Sarjana Terapan, Magister Terapan, Doktor Terapan dan yang terakhir Profesi.

Serta minimal terdiri dari 10 program studi / jurusan pada program sarjana, mencakup rumpun ilmu alam, formal, dan ilmu terapan, mencakup teknik, pertanian, kehutanan, lingkungan, kesehatan, transportasi, arsitektur dan perencanaan.

Serta 4 program studi atau jurusan rumpun agama, humaniora, ilmu sosial dan rumpun terapan. Meliputi pendidikan, keluarga, bisnis, olahraga, konsumen, jurnalistik, komunikasi, media massa, perpustakaan, hukum, pemuseuman, militer, pekerja sosial dan administrasi publik.

Institut

Pengertiannya dari institute adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan jenis pendidikan akademik seperti vokasi, profesi, dalam sejumlah rumpun ilmu pengetahuan dan teknologi, melalui program Sarjana, Magister, Doktor, Diploma Tiga, Diploma Empat/ Sarjana Terapan.

Selanjutnya Magister Terapan, Doktor Terapan dan Profesi. Minimal memiliki enam program studi atau jurusan pada program sarjana.

Sekolah Tinggi

Perguruan tinggi yang menyelenggarakan jenis pendidikan akademik seperti vokasi, profesi, dalam satu rumpun ilmu pengetahuan dan teknologi, melalui Program Sarana, Magister, Doktor, Diploma Tiga, Diploma Empat atau Sarjana Terapan, Magister Terapan, Doktor terapan dan Profesi. Terdiri minimal 1 program studi atau jurusan pada program sarjana.

Politeknik

Adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan jenis pendidikan vokasi dan profesi dari berbagai rumpun ilmu pengetahuan dan teknologi, melalui Program Diploma Satu, Dua, Tiga, Empat atau Sarjana Terapan, Magister Terapan, Doktor Terapan dan Profesi.

Terdiri minimal 3 program studi/jurusan pada program Diploma Tiga dan/ Diploma Empat atau Sarjana Terapan.

Akademi

Akademi yakni lembaga yang menyelenggarakan pendidikan dengan beberapa cabang ilmu pengetahuan dan teknologi. Terdiri minimal 1 program studi /jurusan di program Diploma Tiga dan melalui Program Diploma Satu, Diploma Kedua, Diploma Tiga, Diploma Empat atau Sarjana Terapan.

Persyaratan Pendirian Perguruan Tinggi Swasta

Beberapa persyaratan dalam pendirian perguruan tinggi swasta diantaranya adalah:

  • Yayasan tersebut sudah mendapatkan pengesahan dari Kementrian Hukum dan HAM RI (Kemenkumham). Dengan telah menyesuaikan anggaran dasar sesuai undang-undang no 16 tahun 2001 tentang yayasan.
  • Yayasan tersebut tidak sedang dalam konflik internal.
  •  Menyerahkan foto kopi akta pendirian yayasan dan telah dilegalisir oleh notaris yang menyatakan menyelenggarakan perguruan tinggi.
  • Menyiapkan foto kopi rekening koran 3 bulan terakhir untuk yayasan yang berdiri minimal satu tahun.
  • Harus mempunyai lahan untuk membangun gedung kampus.
  • Lahan tersebut untuk akademi, politeknik dan sekolah tinggi minimal memiliki tanah seluas 500 m2, institut 8000 m2 dan universitas 10000 m2. Selanjutnya harus melaporkan keuangan periode terakhir.
  • Sebuah yayasan bisa mengajukan mendirikan perguruan tinggi dengan usia minimal telah berdiri selama satu tahun.
  • Melengkapi persyaratan pendirian perguruan tinggi yang meliputi, rencana induk pengembangan (RIP) yang mendukung pertumbuhan ekonomi di sekitarnya. Juga memiliki studi kelayakan dan mempertimbangkan kepentingan masyarakat, pemerintah maupun industri. Serta memperhatikan peta perguruan tinggi bahkan program studi atau jurusan yang harus disesuaikan dengan wilayah sekitarnya.
  • Penyelenggara perguruan tinggi, akta notaris pendirian yayasan beserta SK pengesahan atau penyesuaian untuk PTS yang melakukan perubahan bentuk.
  • Menyediakan sarana prasarana berupa Ruang kelas 1 m2 per mahasiswa, ruang dosen tetap minimal 4 m2 per orang. Ruang administrasi dan kantor paling sedikit 200 m2 termasuk ruang baca, ruang laboratorium, komputer, sarana praktikum dan penelitian sesuai kebutuhan setiap perguruan tinggi. Memiliki buku setidaknya 200 judul per program studi.
  • Standart penjamin mutu internal.
  • Rancangan studi pendidikan yang sesuai dengan PP no. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasionalisasi Pendidikan.
  • Memenuhi minimum akreditasi program studi dan perguruan tinggi sesuai standar nasional pendidikan tinggi.
  • Tenaga pendidik atau dosen minimal 6 orang untuk satu program studi pada program Diploma maupun Sarjana.
  • Dosen minimal berijazah magister, magister terapan atau setara untuk program Diploma. Sedangkan untuk program Sarjana minimal magister atau setara dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, sesuai program studi yang dibuka,
  • Dosen tersebut maksimal berusia 58 tahun pada saat diterima sebagai tenaga pendidik dan di PTS yang akan didirikan. Mereka harus bersedia bekerja selama 40 jam tiap minggunya. Dan pastikan mereka tidak memiliki Nomor Induk Dosen Nasional atau Nomor Induk Dosen Khusus.
  • Pastikan bukan guru yang telah memiliki Nomor Pendidik dan Tenaga Kependidikan, bukan pegawai tetap di instansi lainnya dan terakhir bukan Aparatur Sipil Negara.

Mekanisme Perkuliahan di Universitas Swasta

Yang harus Kamu ketahui bahwa universitas swasta terkenal dengan biayanya yang mahal. Selain itu, juga karena kualitas yang dianggap tidak sebaik universitas negeri. Padahal pendapat itu tidak sepenuhnya benar. Di Universitas Tarumanagara, selain kualitas Pendidikan yang baik, harga dikampus ini juga terjangkau bagi semua kalangan.

Hampir semua kampus swasta memiliki bangunan modern dan fasilitas penujang pendidikan yang sangat lengkap. Selain itu, perhatian dari dosen juga di rasa lebih mantul karena jumlah mahasiswa perkelas yang tidak terlalu banyak. Lantas bagaimana mekanismenya?

1. Fleksibel

Perkuliahan di kampus swasta lebih fleksibel, Kamu bisa menyelipkan kegiatan lainnya seperti bekerja dan mengikuti kegiatan ekstrakulikuler. Sudah banyak, perguruan tinggi swasta yang memberikan kebebasan kepada mahasiswanya untuk mengatur jadwal kuliah.

Bagi kamu yang bekerja, kampus swasta menyediakan dua kelas dengan waktu yang berbeda, yaitu kelas reguler, dimana kegiatan perkuliahan dilakukan mulai dari hari senin sampai dengan jum’at dan dari pagi hingga siang. Seperti, perkuliahan di Universitas Tarumanagara.

Baca Juga : Syarat Pindah Kuliah ke UNTAR, Berikut Penjelasan Lengkapnya!

Sedangkan kelas paralel, yang biasanya kegiatan perkuliahan diadakan padai hari sabtu dan minggu. Kalau Kamu sedang atau mau bekerja kamu bisa mengambil kesempatan tersebut untuk kegiatan positif yang menghasilkan uang.

2. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)

Ada tujuh perguruan tinggi swasta di Jawa Barat yang menjalin kerja sama agar bisa menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Hal ini tentu disebabkan oleh faktor kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin modern.

Ketujuh perguruan tinggi swasta tersebut adalah Universitas Pasundan, Internasional Women University, Universitas Kebanggan, Universitas Majalengka, STIKIP Pasundan, Universitas Garut dan STT Garut. Diharapkan dengan adanya penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) maka akan mengeluarkan biaya yang lebih rendah dan tidak perlu datang ke kampus, karena bisa dilakukan dimana saja.

Dengan rencana ini, setiap kampus swasta akan menyediakan tenaga khusus untuk menangani persoalan pembelajaran jarak jauh. Bisa dikatakan rencana tersebut cukup menarik, karena perkuliahan akan menjadi lebih fleksibel dan efektif.

Bahkan, pihak kampus nantinya akan mengirimkan tenaga pengajar atau dosen yang sudah memahami teknologi untuk kemudian dilatih mengenai penggunaan pembelajaran jarak jauh. Bisa dikatakan persiapan dibidang pembelajaran jarak jauh ini cukupt serius. Untuk kamu yang berada di Jakarta dan kota-kota lain, harap bersabar ya.

3. Kelulusan

Seperti halnya di Universitas Tarumanagara, agar dapat lulus dari universita swasta, Kamu harus menempuh beberapa mata kuliah setiap semesternya dengan jumlah maksimal 24 SKS. Setiap pelajaran tersebut akan disesuaikan dengan jurusan yang ditempuh.

Pada semester 7, kamu akan mengikuti kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) dan juga magang. Di masa ini Kamu bias sambil memikirkan judul skripsi bahkan ada juga yang sudah mulai mengerjakan proposal penelitian.

Di semester 8 biasanya kamu akan melaksanakan ujian skripsi sebelum dinyatakan lulus dan mendapatkan gelar sarjana. Oh iya, saat ini sudah dtentukan waktu maksimal kelulusan kamu adalah ditahun kelima atau di semester 10.

Persyaratan Masuk di Universitas Swasta

Untuk Kamu yang sudah memutuskan memilih kuliah di kampus swasta, maka ada beberapa syarat yang harus kamu persiapkan. Meskipun banyak pendapat mengenai mahasiswa yang belajar di di PTS lebih bodoh, tentu hal itu tidak benar.

Saat ini banyak perguruan tinggi swasta yang memiliki kualitas baik bahkan melebihi universitas negeri, salah satunya adalah Universitas Tarumanagara. Oh iya sebelum mengikuti tes seleksi masuk, ada beberapa hal yang harus kamu persiapkan.

1. Mencari dan Menentukan Jurusan

Tentukan jurusan yang sekiranya cocok untuk kepribadian dan keahlianmu. Hal Ini akan mendukung, mengasah serta mematangkan beberapa keahlian yang Kamu miliki. Dengan begitu, saat melakukan perkuliahan semua proses akan berjalan dengan lancar dan sesuai dengan cita-cita kamu.

Setelah kamu menentukan jurusan yang akan kamu ambil, bandingkan beberapa kampus swasta dengan program studi yang sama. Kumpulkan informasi dan cek kelebihan serta kekurangan masing-masing universitas, jangan lupa pula sesuaikan juga dengan tingkat keuangan/budget kamu.

bandingkan akreditasi kampus, biaya per semester, kelengkapan sarana dan prasarana dan juga kegiatan pengembangannya. Untuk perihal ini, kamu wajib mengumpulkan informasi selengkap dan sedetail mungkin.
Setelah menentukan kampus tujuan, selanjutnya cari informasi mengenai tanggal pendaftaran dibuka. Biasanya, untuk universitas swasta pendaftarannya telah dibuka sejak awal tahun dengan beberapa gelombangterkadang bahkan hingga 3 gelombang pendaftaran.

2. Mencari Tahu Tanggal Pendaftaran

Sangat Disarankan untuk Kamu sebaiknya mendaftar pada gelombang awal. Sebagai tindakan untuk mengantisipasi keterlambatan mendapatkan informasi seputar tanggal pendaftaran, karena jika terlambat, kamu terpaksa harus menunggu hingga tahun depan.

Selain itu, jika kamu mendaftar padai gelombang awal, biaya per semesternya biaasanya akan lebih murah dibandingkan gelombang-gelombang berikutnya

Untuk mengetahui mengenai tanggal pendaftaran, Kamu bisa cek melalui website atau sosial media universistas yang berhubungan.

Selanjutnya, kamu dapat mempersiapkan diri untuk tahap seleksi. Setelah melakukan pendaftaran kaamu harus harus mempersiapkan berkas-berkas yang diperlukan, misalnya kartu peserta ujian, ijazah dan sebagainya.

3. Mempersiapkan Diri untuk Proses Seleksi

Untuk berkas-berkas yang diminta persiapkan, biasanya berbeda pada masing-masing perguruan tinggi swasta. Umumya pada tahap seleksi terdiri dari bermacam-macam bentuk seperti tanpa tes tulis (kalau di PTN disebut dengan SNMPTN), tertulis dan atau wawancara.

Satu hal yang harus kamu ingat bahwa perguruan tinggi swasta saat ini kedudukannya telah sama dan sejajar dengan universitas negeri. Penting untuk kamu ingat, dimanapun kamu menempuh pendidikan akan lebih baik jika kamu mengembangkan potensi yang kamu miliki.

Sehingga, nantinya setelah kamu lulus kuliah, kamu sudah siap untuk bersaing dengan rekan-rekan lainnya di dunia kerja. Berikut ini beberapa hal yang harus kamu perhatikan saat bergabung ke universitas swasta:

Tahap Seleksi Tanpa Tes Tertulis

Tes ini biasanya dilakukan oleh beberapa PTS seperti Universitas Tarumanagara, UPH, Telkom University dan Universitas Surabaya. Tidak jauh berbeda dengan sistem SNMPTN, keduanya sama-sama menerima mahasiswa baru berdasarkan catatan nilai mereka selama di SMA atau biasa disebut dengan jalur prestasi.

Perguruan tinggi swasta seperti Universitas Tarumanagara, memang menerapkan seleksi sekaligus penyaringan beasiswa berupa potongan SPP atau biaya pendidikan bagi calon mahasiswa baru yang memiliki catatan akademis yang baik selama di SMA.

Seleksi Ujian Tulis

Seleksi selanjutnya adalah ujian tulis. Biasanya materi yang diujikan disesuaikan dengan program studi pilihan Kamu, diikuti oleh beberapa subjek wajib seperti Tes Potensi Akademik, Matematika dan juga Bahasa.

Tidak jarang pula beberapa kampus swasta memberi tambahan jenis ujian keterampilan bagi calon mahasiswa baru, terutama bagi mereka yang akan mendaftar di program studi tertentu seperti desain produk dan desain komunikasi visual.

Kampus Trisaksi adalah salah satu PTS yang mewajibkan calon mahasiswa yang memilih desain komunikasi visual untuk mengikuti tes keterampilan menggambar.

Seleksi Tes Wawancara

Seleksi yang satu ini harus Kamu perhatikan. Beberapa perguruan tinggi swasta di Indonesia menerapkan ujian seleksi wawancara bagi calon mahasiswanya. Bisa dikatakan seleksi ini seperti seleksi yang dilakukan saat melamar pekerjaan dan pastinya akan membuat kamu deg-degan.

Untuk lebih rileks Kamu harus bersungguh-sungguh dalam menghadapi sesi wawancara ini. Mengingat masa depan kamu yang akan menjadi taruhannya, alas an dari interview tersebut bisa menentukan diterima atau tidaknya kamu pada universitas tersebut.

Biasanya pada tes interview tersebut akan ditanyakan hal seperti menceritakan seputar diri kamu, apa yang membuat kamu tertarik untuk bergabung di kampus dan jurusan ini? Darimana kamu mendapatkan informasi mengenai universitas tersebut, , mengapa perguruan tinggi swasta tersebut harus menerima Kamu dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Selain menggunakan beberapa tahapan seleksi di atas, biasanya kampus swasta juga menerapkan tes kesehatan dan tes bebas narkoba bagi calon mahasiswanya. Hal Ini dilakukan untuk melihat apakah mereka mampu bersaing secara fisik dalam mengikuti kegiatan belajar dan tidak pernah terlibat dengan obat -obatan terlarang.

Memilih Perguruan Tinggi Swasta Terbaik

Hallo Sob, emang sih ya nggak bisa dipungkiri jika mayoritas calon mahasiswa di Indonesia umumnya akan memilih untuk melanjutkan studi di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Alasannya, karena biaya dan juga popularitas yang dinilai lebih baik dibandingkan kampus swasta.

Padahal faktanya, daya tampung perguruan tinggi negeri melalui jalur SNMPTN, SBMPTN, Mandiri dan Vokasi hanya tersedia antara 20-40 persen saja untuk masing-masing jalur seleksi. Lalu, kemanakah siswa yang tidak diterima oleh PTN harus melanjutkan studinya? Jawabannya adalah ke kampus swasta.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, jangan pernah berfikir bahwa kuliah di universitas swasta berarti Kamu tidak pintar atau setelah lulus akan kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Pada kenyataannya banyak perguruan tinggi swasta, seperti Universitas Tarumanagara yang memiliki program-program unggulan dan dapat bersaing dengan perguruan tinggi negeri, bahkan lebih baik. Berikut tips untuk memilih perguruan tinggi swasta yang berkualitas, seperti:

1. Peringkat Kampus

Semakin tinggi peringkat suatu PTS, dapat dipastikan bahwa kualitasnya semakin bagus. Akan tetapi, ada beberapa orang yang mengabaikan hal tersebut karena dinilai tidak terlalu penting. Untuk mengetahui peringkat perguruan tinggi secara nasional maupun internasional, Kamu bisa mendapatkan informasi di beberapa lembaga, seperti Kemenristekdikti, 4ICU, Webometrics dan sebagainya.

2. Akreditasi Kampus

Selain melalui peringkatnya, Kamu juga perlu mencari tahu mengenai tingkat akreditasi kampus bersangkutan. Karena faktor tersebut menentukan sebuah perguruan tinggi berkualitas atau tidak. Pilihlah Kampus dengan akreditasi A, karena tingkat akreditasi akan berpengaruh pada saat kamu melamar pekerjaan.

Biasanya, ketika Kamu melamar pekerjaan, ada beberapa perusahaan yang memberi syarat bahwa staff yang diterima minimal harus lulus dari universitas dengan kualitas atau tingkat akreditasi minimal B.

Akreditasi merupakan penilaian yang dilakukan oleh pemerintah untuk menstandarisasi mutu sebuah kampus. semakin tinggi tingkat akreditasinya, maka bisa dipastikan bahwa universitas tersebut memiliki citra dan lulusan yang lebih berkualitas.

Akreditasi dibedakan menjadi 4, yaitu A berarti sangat baik, B berarti baik dan C artinya kurang serta yang terakhir belum terakreditasi. Untuk dapat melihat peringkat tersebut, Kamu bias mengunjungi website resmi BAN-PT.

Sebagai contoh, di Universitas Tarumanagara sebagian besar jurusan telah terkreditasi A.

3. Akreditasi Program Studi atau Jurusan

Hal yang harus Kamu tahu jika sebuah universitas memiliki peringkat yang baik, tetapi tidak menjamin jika kualitas dari masing-masing jurusannya. So, kamu harus benar-benar jeli dalam memilih jurusan kumpulkan informasi selengkap-lengkapnya melalui senior di universitas tersebut sebelum melakukan pendaftaran.

Pastikan akreditasi program studi yang Kamu pilih berkualitas unggul, karena terkadang dapat menjadi pertimbangan saat akan melakukan beberapa kegiatan, seperti untuk bekerja di instansi tertentu. Untuk itu sebaiknya kamu mencari dan mengumpulkan informasi terlebih dahulu .

4. Tingkat Keberhasilan para Alumni

Kiprah atau keberhasilan dari lulusan suatu perguruan tinggi swasta harus Kamu pertimbangkan Jika jlulusan dari universitas tersebut terdapat banyak yang berprestasi, maka bisa dipastikan bahwa PTS bersangkutan memiliki kualitas yang baik.

Citra alumni juga akan berdampak saat di dunia kerja bagi fresh graduate dari perguruan tinggi tersebut. Biasanya terserapnya lulusan bisa berpengaruh pada akreditasi program studinya juga. Semakin baik alumni, kualitas perguruan tinggi jauh akan lebih baik.

5. Biaya Kuliah

Untuk hal yang satu ini tentunya menjadi pertimbangan paling utama bagi calon mahasiswa, mengingat banyak perguruan tinggi swasta memerlukan biaya yang relatif tinggi. pendapat ini tidak sepenuhnya salah. Salah satu universitas dengan biaya terjangkau yang bisa kamu jadikan pilihan adalah Universitas Tarumanagara.

Biasanya, perguruan tinggi swasta dengan biaya mahal akan diimbangi oleh fasilitas yang baik, sehingga sebanding biaya kuliah yang dibutuhkan. Untuk hal ini kamu tidak perlu khawatir, karena banyak PTS yang menyediakan beasiswa untuk para mahasiswa maupun calon mahasiswa.

6. Lokasi Kampus

Sebelum mendaftar, cari tahu dulu pastikan apakah di kota tempat tinggalmu atau di provinsi domisilimu, sekarang terdapat perguruan tinggi swasta yang benar-benar berkualitas.

Jika tidak, Kamu wajib mencari perguruan tinggi swasta di luar daerah atau bahkan di luar pulau tempat tinggal kamu.

Sangat penting untuk melakukan riset karena nantinya akan berpengaruh pada biaya yang akan dikeluarkan selama kuliah. Misalnya biaya hidup, biaya kos/tempat tinggal, Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan sebagainya.

7. Usia Kampus

Apakah informasi ini cukup penting? Pasti di antara Kamu berpikiran jika usia perguruan tinggi swasta itu tidak menjadi patokan/prioritas yang utama. Jangan salah asumsi. semakin tua usia suatu perguruan tinggi maka PTS tersebut memiliki citra yang baik di mata masyarakat. Baik dari segi pengalaman ataupun kualitasnya.

8. Fasilitas Kampus

Selain akreditasi dan peringkat, hal penting lain yang perlu kamu perhatikan adalah sarana serta prasarana kampus tersebut. Kelengkapan menjadi sangat penting untuk Kamu pertimbangkan dalam memilih perguruan tinggi swasta.

Mulai dari fasilitas kampus, hingga jurusan yang wajib Kamu ketahui. Misalnya saja keberadaan laoratorium untuk mahasiswa jurusan saintek. Atau gedung Unit Kegiatan Mahasiwa (UKM) yang biasanya berguna untuk mengembangkan potensi di luar akademik.

9. Meminta Rekomendasi dari Mahasiswa dan Alumninya

Pertimbangan ini bisa kamu gunakan untuk mencari tahu mengenai review perguruan tinggi swasta incaran Kamu. Pengalaman dari mereka yang sudah benar-benar merasakan dinamika perkuliahan di kampus akan sangat membantu kamu.

Baca Juga : UNTAR Peringkat 14 Klasterisasi Kinerja Kemahasiswaan Non-Vokasi 2019

Dengan begitu, Kamu akan mendapatkan banyak masukan yang sebenarnya tentang kehidupan kampus. Kamu juga Bisa bertanya soal tempat tongkrongan di lingkungan kampus. Hal Ini sangat penting untuk kamu saat akan refreshing dan mencari inspirasi.

Itulah cara yang bisa menjadi pertimbangan Kamu dalam memilih Perguruan Tinggi Swasta, tetapi kamu harus melakukan riset terlebih dahulu untuk menemukan universitas mana yang paling berkualitas dan sesuai dengan kebutuhanmu. Stop berpikir jika bergabung dengan PTS itu lebih mudah, kamu tetap harus berprestasi dan lulus dengan baik.

Demikian artikel seputar pengertian perguruan tinggi swasta beserta seluk beluk yang ada di dalamnya. Jika Kamu masih binggung untuk mencari tempat kuliah yang baik. Universitas Tarumanagara merupakan solusi yang tepat dan terpercaya.