Apakah kamu mahasiswa yang baru lulus dan lagi cari kerja atau mahasiswa yang belum lulus udah bingung kerja? Okelah, tipe manapun itu, Kamu perlu tahu profesi yang menjadi dambaan setiap pekerja dengan standar IPK yang dibutuhkan.

Standar IPK untuk Standar Kerjaanmu

Sebetulnya sangat banyak pendapat mengenai 1 kata berjuta makna (IPK) ini. Mulai dari senior kuliah yang hobi berorganisasi, yang ngajarin buat nggak terlalu mentingin nilai, pengalaman lebih utama. Sama senior yang pintar dibidang akademisi dan nyuruh buat lulus kuliah tepat waktu dan memiliki IPK bagus.

Percaya atau tidak, di dunia kerja standar IPK masih berlaku Gengs. Ada beberapa pekerjaan bonafit yang memberlakukan standar IPK yang harus Kamu penuhi. Sebagai Langkah awal untuk menyeleksi calon pegawai dengan penerapan ysarat IPK minimal baru lanjut ke tahap selanjutnya kalau lolos.

Baca Juga : Tips Memilih Jurusan Kuliah

Jangan berkecil hati dulu, buat Kamu yang sudah terlanjur lulus dengan IPK biasa aja. Bukan berarti Kamu manusia terbodoh, masih banyak jalan menuju roma. Akan tetapi buat kamu yang masih kuliah, jangan dulu sombong ya, karena belum tentu IPK yang bagus menentukan kualitas kerja seseorang.

Jangan sekali-kali berbohong dengan mengisi form lamaran kerja dengan IPK palsu, karena nanti waktu tahap wawancara semua akan diklarifikasi. Kalau sampai ketahuan, mungkin kamu ga akan pernah diterima lagi buat bekerja di situ.

Kriteria Nilai IPK yang baik

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) biasanya disebut dalam bentuk skala 4, pasti tau kan. Rata-rata perusahaan mencari pelamar kerja dengan IPK 2,75 untuk kategori biasa, sampai 3++ bagi perusahaan multinasional. Ukuran IPK sempurna adalah 4 dan sudah pasti terbaik.

Bukan berarti IPK di bawah 4 semuanya buruk, hanya saja setiap kampus mempunyai standar tersendiri untuk menentukan kategori A, B, C, atau D berdasarkan jumlah IPK. Yang perlu Kamu tahu, perusahaan nggak Cuma melihat dari IPK, tetapi juga kemampuan ber-organisasi atau ber-Bahasa Inggris yang baik.

Bagaimana Cara agar kamu menapat kan IPK Terbaik?

Punya IPK tinggi pasti menjadi dambaan semua mahasiswa, hingga mereka rela melakukan semua cara untuk mencapainya. Meskipun IPK bukan satu-satunya ketentuan untuk menentukan dimana Kamu akan diterima bekerja tetapi kamu pasti bangga kalau bisa menyandang predikat ini. Cara memaksimalkan IPK:

1. Kosongkan Pikiran saat Pelajaran

Bukan berarti Kamu kesurupan karena dirasuki ya Gengs, tapi saat kamu menerima materi kuliah kamu harus benar-benar memsiapkan pikiran. Meskipun terkadang materi kuliah cuma mengngulang materi SMA, tetapi pasti bermanfaat untuk menambah pengetahuan.

2. Buang Kemalasan dalam Mencatat

Semua bentuk males itu nggak pernah ada positifnya, semuanya menjerumuskan. Meski di zaman now ini kita mempunyai kebiasaan meminta soft file untuk dicopy tetapi nggak ada salahnya untuk tetap mencatat, karena bisa sambil baca dan belajar kembali. Sehingga, semua kemampuanmu meningkat.

3. Menjadi Mahasiswa Aktif

Hargai setiap pertemuan dengan dosen, Kamu juga bisa bertanya tentang apapun di kelas agar diingat dan mendapatkan penilaian aktif, apalagi kalau kamu dapat menjawab petanyaan dari dosen tersebut. Meski berkesan mencari muka, tetapi cara ini bersifat positif untuk mendapatkan nilai IPK tinggi.

4. Selesaikan Tugas sesuai Deadline

Meskipun banyak mahasiswa yang menganut sistem SKS (Sistem Kebut Semalam), namun hal ini kurang efektif. Apalagi kalau sudah jadi mahasiswa tingkat akhir. Hal ini wajib dihindari, karena tanda- malasanmu akan muncul dan jangan membiasakan mengeluh selama ada waktu.

5. Mengatur Waktu

Hal yang paling sering dianggap sepele oleh sebagian mahasiswa yaitu menganggap remeh waktu kuliah. Sekalipun Kamu aktif di kegiatan akademik maupun non akademik di kampus, kamu tetap harus menentukan prioritas, meskipun di saat yang bersamaansedang ada kegiatan lain.

6. Perbanyak Teman

Meskipun kuliah, tetap jangan membatasi interaksi Kamu dengan orang -orang atau teman di sekitar. Karena mata kuliah atau persoalan-persoalan sulit justru bisa diselesaikan dengan berdiskusi untuk dapat bertukar pikiran dan wawasan.

Terlebih jika seseorang itu mebawa pengaruh positif di kehidupanmu, kamu patut untuk mencari dan mempertahankannya. Karena secara tidak langsung, mereka akan memberikan dampak bagi sikap dan sifat burukmu terhempas dan menjadi se-rajin mereka.

7. Jangan Bolos

Karena tingkat kehadiran termasuk penilaian bagi para dosen tentang attitude Kamu. Bahkan sampai ada dosen yang sedikit baik, hanya menilai melalui kehadiran saja, masalah tugas, ujian dan sebagainya urusan belakangan. Wah enak banget nih.

Selain itu, kehadiran Kamu mencerminkan kesungguhan kamu dalam belajar. Bolos cuma membuat kamu semakin rugi, karena dapat ketinggalan informasi dan ilmu yang penting. Sekalipun dosen atau kampus mempunyai batas absensi, tetapi jangan disalahgunakan.

8. Tingkatkan IPK Semester Awal

Di semester pertama, mahasiswa akan banyak medapatkan mata kuliah, jadikan ini sebagai kesempatan untuk Kamu meningkatkan IPK. Karena penilaian awal ini akan menopang nilai-nilai belajar kamu selanjutnya. Jika nilai awal sudah rendah, kamu akan mengalami kesulitan untuk mengejar ketinggalan.

9. Perhatikan Presentase Penilaian

Setiap dosen di awal kontrak perkuliahan biasanya menjelaskan kriteria penilaian dosen mulai dari daftar hadir, UAS, UTS, Tugas dan kuis. Kamu tinggal mengikuti apa saja yang menjadi presentasenya yang paling besar dan ini merupakan kesempatan bagi kamu untuk meraih nilai setinggi mungkin.

Baca Juga : Tips Cerdas Cara Mendapatkan Beasiswa Kuliah

10. Belajar Meski Liburan

Libur memang identik dengan mengistirahatkan badan, namun buat Kamu yang ingin mendapatkan nilai sesuai dengan harapan kamu bisa mencuri start dengan belajar. Jadi saat waktu kuliah kembali dimulai, kamu bisa tahu banyak tentang materi perkuliahan yang belum dibahas.

11. Rajin Baca Buku/Jurnal Ilmiah

Membaca adalah jendela dunia, dapatkan informasi terkini dari seluruh dunia lewat buku. Ilmu-ilmu baru juga bisa kamu kuasai kalau kamu rajin membaca. Kamu perlu membaca jurnal penelitian tentang jurusan yang akan diambil untuk menambah informasi.

12. Ketahui Tipe Dosen

Coba Kamu biasakan untuk tidak mengeluh kalau dosen memberikan tugas tambahan atau deadline yang mepet, peraturan serba ketat tanpa boleh ini-itu dan sebagainya. karena, hal semacam ini akan memberi nilai positif terhadap pola berfikirmu.

Beberapa dosen suka dengan keaktifan mahasiswa, namun sebagian dari mereka lebih menghargai kartas tulis atau makalah, ada juga yang cuma menilai dari hasil ujian dan banyak lainnya. Jika sudah paham dengan jenis atau karakter dosen, adaptasi kamu akan lebih mudah dan kemungkinan kamu bisa mendapat nilai A akan lebih besar.

Tips Mencari Pekerjaan Sesuai Nilai IPK

Dalam mencari sebuah pekerjaan, terkadang beberapa perusahaan mengharuskan kamu untuk melampirkan nilai IPK. Hal Ini tentu memberi kesempatan bagi Kamu untuk menunjukan hasil kerja kerasmu saat kuliah. Berikuut ini tips dalam mencari pekerjaan yang sesuai dengan nilai IPK kamu. Berikut ulasannya:

1. Sesuaikan Standar Perusahaan Tujuan

Meskipun kurang sempurna, tidak selalu menjadi masalah asalkan kamu tetap masuk dalam kriteria atau standar IPK untuk bekerja di perusahaan. Jika kamu hanya mengincar perusahaan atau tempat bekerja yang ternama mungkin kamu akan kesulitan. Sebelum melamar kamu terlebih dahulu harus bisa melihat kualifikasinya.

Di sana akan dicantumkan berapa standar IPK yang harus dipenuhi saat mendaftar dan biasanya Perguruan Tinggi Negeri dan swasta akan berbeda untuk standar IPK bagi sebuah perusahaan. IPK Kamu bisa dikatakan baik, jika memiliki indeks minimal 3.00.

Jika IPK kamu dibawah standar ketentuan, maka secara otomatis kamu akan tergeser dan digantikan oleh kandidat lain yang memiliki IPK lebih tinggi. Hal ini berlaku pula untuk Kamu yang memiliki nilai lebih tinggi dari orang lain.

2. Ukur Bahasa Inggrismu

Kalau IPK Kamu memang nggak terlalu bagus dan mungkin ditolak oleh perusahaan pilihan. Jangan berkecil hati, karena masih ada cara lain dan perusahaan lain yang bisa dilamar. Solusinya adalah mencari perusahaan yang mempunyai grade di bawah standar pilihan pertama tadi.

Usahakan kamu menguasai Bahasa Inggris, karena saat ini bahasa internasional sangat penting bagi dunia kerja. Dan hal ini akan memberi nilai tambah sekalipun IPK kamu buruk. karena, jumlah orang yang memiliki keahlian dan fasih dalam menggunakan bahasa asing masih terbatas.

3. Organisasi

Kalau Kamu nggak punya IPK yang cukup dan memenuhi standar, kamu bisa maksimalkan kemampuan soft skill kamu. Karena beberapa bidang pekerjaan justru membutuhkan ilmu ini. Contohnya kemampuan bekerja didalam tim yang oke dan bisa diterima sebagai jurus marketing atau lainnya.

Selain itu, kemampuan kamu dalam bergaul dan memimpin di depan umum juga bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi atasan. karena Kamu akan dianggap berani dan menguntungkan bagi perusahaan. Dan hampir semua pekerjaan menuntut persyaratan pengalaman dalam berorganisasi .

Percuma punya IPK tinggi dan cumlaude, namun tidak bisa berinteraksi atau bekerjasama dengan rekan lain secara baik. Hal semacam ini juga akan membuat perusahaan itu tidak tertarik. Jika kamu tidak memiliki kepandaian dalam mengatasi masalah serta kemampuan sosial lainnya.

4. Pengalaman Kerja

Selain pengalaman organisasi, pengalaman kerja kamu juga akan dipertanyakan. Bahkan banyak lowongan pekerjaan yang menyertakan pengalaman minimal di bidang tertentu dan dalam waktu tertentu. Meskipun Kamu adalah seorang fresh graduate. Pengalaman kerja yang disertai dengan IPK bagus memberikan peluang lebih besar disbanding pelamar kerja yang lain.

Saat ini terdapat banyak program magang kerja yang dikhususkan bagi para lulusan yang masih belum memiliki pengalaman atau program dalam kuliah semester tinggi. Hal tersebut memberi kesempatan mahasiswa untuk merasakan bekerja dan berpikir dengan banyak orang.

Karena magang kerja bisa membuat kamu tahu dan dapat menerapkan teori yang telah kamu terima selama sekolah dan kuliah. Bagaimana cara berhadapan dengan pimpinan dan rekan kerja yang lain.

5. CV dan Surat Lamaran Terbaik

Selain mengandalkan IPK, Saat Kamu melamar sebuah pekerjaan usahakan untuk membuat atasan kamu percaya jika kamu serius dan bersungguh-sungguh. Tuliskan semua kemampuanmu di dalam CV yang menarik untuk dibaca, agar bisa lolos ke tahap berikutnya.

Baca Juga : Beasiswa Untuk Mahasiswa S1 di Universitas Tarumanagara

6. Pelajari Psikotest

Hampir semua jenis lowngan kerja mengandalkan tes jenis ini, untuk menseleksi calon karyawannya. Soal-pertanyaan ini banya tersedia di buku yang bisa Kamu pelajari. IPK tidak berpengaruh saat kamu mengikuti tahap ini.

Tetap semangat, untuk Kamu yang saat ini masih berjuang kuliah, jangan pernah melupakan prioritas. Dan akan lebih baik jika kemampuan kamu seimbang antara soft skill dan akademis. Karena bukan bermaksud menakut-nakuti, tetapi standar IPK dalam suatu bidang pekerjaan memang berlaku.