Universitas Favorit di Jakarta Barat – Generasi sekarang memiliki pertimbangan lebih dalam hal memilih tempat belajar atau sekolah. Jika orang zaman dulu memilih sekolah berdasarkan lokasi terdekat dengan tempat tinggal, maka hal itu sudah tidak berlaku lagi. Pertimbangan lain yang lebih penting adalah kualitas tempat belajar tersebut, reputasi serta pengalaman pengajar. Karena generasi sekarang lebih mengutamakan kualitas daripada sekadar lokasi sekolah.

Pertimbangan tersebut juga menjadi fokus bagi siswa yang baru saja lulus SMA. Terlebih, dunia perkuliahan dianggap sebagai waktu untuk fokus terhadap bakat dan minat. Universitas atau perguruan tinggi bukan lagi tempat untuk belajar semua bidang kelimuan, melainkan sudah mulai mengerucut pada satu bidang ilmu yang biasa disebut jurusan. Masa perkuliahan juga dianggap sebagai masa penting untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi dunia kerja. Untuk itulah, memilih universitas atau perguruan tinggi tidak bisa sembarangan.

Lulusan SMA pasti menginginkan kuliah di universitas dengan reputasi yang baik. Meskipun sekarang banyak bermunculan perguruan tinggi baru dengan kualitas yang kompetitif, keberadaan universitas lama tetap mendapat kepercayaan tersendiri. Salah satu universitas lama yang namanya sudah sangat dikenal adalah UNTAR atau Universitas Tarumanagara. UNTAR bahkan masuk dalam daftar universitas favorit di Jakarta Barat. Tak hanya mahasiswa yang berasal dari ibu kota, UNTAR juga diminati mahasiswa dari luar daerah.

Sejarah Universitas Tarumanagara, Universitas Favorit di Jakarta Barat

Masa Awal Berdiri

Nama Tarumanagara diambil dari nama kerajaan yang pernah berjaya di wilayah provinsi Jawa Barat. Kerajaan Tarumanagara mengalami masa kejayaan di bawah pemerintahan Raja Purnawarman pada abad VI. Kerajaan ini meninggalkan beberapa prasasti yang tersebar di beberapa daerah, seperti daerah Jawa Barat dan juga di Jakarta. Salah satunya adalah rasasti Ciaruteun yang terletak di lokasi pertemuan sungai Ciaruteun dan sungai Cisadane di daerah Bogor.

Pemikiran awal dalam pendirian perguruan tinggi yang kini menjadi universitas favorit di Jakarta Barat ini tercetus pada tahun 1957 oleh sekelompok sosiawan di lingkungan Perhimpunan Sosial Candra Naya yang pada waktu itu masih bernama Sin Ming Hui. Diprakarsai oleh Drs. Kwee Hwat Djien, mereka menyepakati untuk mendirikan suatu yayasan yang diberi nama Yayasan Tarumanagara pada tanggal 18 Juni 1959. Pengukuhan yayasan tersebut disahkan melalui Akta Notaris E. Pondaag nomor 54 tanggal 11 September 1959.

Beberapa nama berikut termasuk dalam tokoh-tokoh pendiri yayasan Tarumanagara ini yang menjadi awal berdirinya universitas favorit di Jakarta Barat itu. Di antaranya adalah Drs. Oey Kwie Tek (Hendra Darmawan), Drs. Kwee Hwat Djien (H.K. Santoso), Drs.Lim Tjoeng Sen (Lutiarso Senoaji), Mr. Auw Jong Peng Koen (P.K. Ojong), Dr. Liem Tjien Kiat ( Eddy L. Waworuntu), Lim Toan Lok (Johannes Soewandi), Khoe Woen Sioe, Go King Liong, Drs. Tjhio Jan Seng (Hadi Suryanto), Mr. Drs. Go Tie Siem, Drs. Lo Kiem Tjing, R.Supangat Prawirokoesoemo,SH, Tjioe Bok San, Lim Tjong Tong, Oey Kim Sen, dan Gan Hok Lin,SH (Ganis Suryahudaya).

Setelah Yayasan Tarumanagara resmi berdiri kemudian disusunlah pengurus yayasan generasi pertama dengan formasi sebagai berikut: Drs. Kwee Hwat Djien (H.K. Santoso) sebagai ketua, R. Supangat Prawirokoesoemo dan SH Drs. Lo Kiem Tjing sebagai wakil ketua. Jabatan penulis dipercayakan kepada Drs. Domingus Sakarias Matakupan dengan wakil penulis yaitu Drs. Kho Han Tiong (A. Kahono) Bendahara Hazil Tanzil. Jabatan wakil bendahara diampu oleh Drs. Tjhio Jan Seng (Hadi Suryanto) dan para tokoh pembantu di antaranya Mr. Auw Jong Peng Koen (P.K.Ojong), Mr.Drs. Go Tie Siem Go King Liong Oey Kim Sen R.M. Padmo Sumasto,SH Lie Beng Giok (L.B.G. Surjadinata).

Maksud dan tujuan dari didirikannya yayasan ini adalah adalah untuk mengembangkan dan meningkatkan mutu pendidikan, pengajaran, dan kebudayaan dalam masyarakat, dengan berpedoman pada pembentukan manusia Indonesia yang pandai dan berbudi luhur. Pada rapat yayasan tanggal 3 Juli 1959, P.K Ojong mengusulkan nama Tarumanagara sekaligus dipakai untuk nama universitas. Usul tersebut mendapat dukungan dari Moh. Said dan menjadi permulaan perjalanan universitas favorit di Jakarta Barat itu.

Pada tanggal 15 Oktober 1959 yayasan Tarumanagara mengadakan rapat yang memutuskan untuk mendirikan Perguruan Tinggi Ekonomi Tarumanagara, Jurusan Ekonomi Perusahaan. Rapat tersebut bertempat di gedung Candra Naya yang berlokasi di Jalan Gajah Mada nomor 188, Sebagai pimpinan, dipilihlah Drs. Kho Oen Bik sebagai Dekan dan Drs. Lo Kiem Tjing sebagai Wakil Dekan. Kemudian pada tanggal 3 Februari 1960 rapat yayasan dilanjutkan dengan membahas rencana pendirian pendidikan jurusan teknik.

Baca Juga : UNTAR Menerima Tiga Penghargaan LLDIKTI

Sebagai tindak lanjut dari pembahasan pada Februari 1960 tersebut, pada tanggal 24 Oktober 1960, dibentuklah sebuah panitia persiapan pendirian sekolah teknik. Hasil kerja panitia ini dibahas dalam rapat yayasan yang diselenggarakan tanggal 7 September 1962. Rapat yayasan tersebut menghasilkan keputusan yaitu mendirikan Sekolah Kejuruan Teknik Arsitektur. Jabatan pimpinan Sekolah Kejuruan Teknik Arsitektur ini diberikan kepada Ir. Hadmadi sebagai ketua dan Ir. W. Pragantha sebagai sekretaris.

Pada saat peresmian tanggal 1 Oktober 1962, Sekolah Kejuruan Teknik Arsitektur ini dijadikan Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur. Fakultas ini merupakan salah satu Jurusan Teknik Arsitektur swasta yang tertua di Indonesia dan menjadikan Universitas Tarumanagara sebagai universitas favorit di Jakarta Barat. Kini fakultas tersebut masih menjadi jurusan favorit mahasiswa dari berbagai daerah termasuk dari daerah ibu kota sendiri. Merupakan sebuah predikat bergengsi jika menjadi mahasiswa di fakultas ini.

Sebagai efek dari perjuangan mahasiswa untuk menumbangkan Orde Lama dan untuk menegakkan Orde Baru pada masa itu, kegiatan perkuliahan tidak berjalan sesuai dengan rencana dan jadwal. Bahkan Fakultas Bahasa-bahasa Modern, salah satunya Jurusan Bahasa Inggris terpaksa ditutup. Merupakan keputusan yang berat bagi mahasiswa fakultas ini untuk disalurkan ke Fakultas Sastra, Universitas Indonesia.
Tahun 1967 merupakan tahun awal kebangkitan universitas favorit di Jakarta Barat ini. Pada tahun itu pula, diresmikan penggunaan kampus Jalan S. Parman dengan suatu upacara peresmian yang cukup meriah menurut skala perkembangan pada waktu itu. Untuk pertama kalinya kegiatan di Universitas Tarumanagara diliput oleh TVRI sebagai stasiun televisi nasional dan disiarkan pada keesokan harinya.

Tercatat juga dalam sejarah bahwa kehadiran Gubernur DKI kala itu diwakili oleh Wakil Gubernur Bapak Dr. R. Soewondo, yang kemudian pada tahun 1974 Beliau menjabat sebagai Ketua Yayasan Tarumanagara. Pada tahun akademik 1994/1995, resmi dibuka pula dua fakultas baru di lingkungan Universitas Tarumanagara. Diantaranya adalah Fakultas Psikologi dan Fakultas Seni Rupa dan Desain. Disusul kemudian peresmian Fakultas Teknologi Informasi yang telah dibuka sebelumnya sebagai Program Studi Teknik Informatika pada tahun akademik 1992/1993.

Dengan demikian, hingga saat ini Universitas Tarumanagara sebagai universitas favorit di Jakarta Barat mengelola delapan fakultas, yaitu Fakultas Ekonomi, Fakultas Psikologi, Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Fakultas Teknologi Informasi, Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Komunikasi. Tidak ketinggalan tiga Program Magister yaitu Program Magister Ilmu Hukum, Program Magister Manajemen dan Program Magister Teknik Sipil.

Masa Kebangkitan

Universitas Tarumanagara kembali bangkit berjaya pada tahun 1967 yang beretepatan pula dengan diresmikannya penggunaan kampus di jalan Letjen. S.Parman. Pada waktu itu juga dilakukan konsolidasi terhadap fakultas, jurusan, dan program studi. Sayangnya Fakultas bahasa-bahasa modern tidak berhasil bangkit kembali ditengah kabar bahagia bahwa fakultas lainnya dapat bertahan dan dikonsolidasikan.

Perkembangan lainnya terjadi di Fakultas ekonomi yang berdiri sejak tahun 1959 dalam bentuk perguruan tinggi ekonomi memiliki Jurusan Ekonomi Perusahaan. Jurusan ini harus mengalami perubahan nama menjadi Jurusan Manajemen dengan Program Studi S1 Manajemen. Pada tahun 1972, fakultas ini juga membuka Jurusan Akuntansi dengan Program Studi S1 Akuntansi. Fakultas ini juga tak kalah dari fakultas lain di universitas favorit di Jakarta Barat tersebut.

Sementara itu Fakultas hukum yang berdiri sejak tahun 1962 tetap bertahan dan kemudian mengelola Program Studi S1 Ilmu Hukum. Dalam satu program studi itu terdapat lima program kekhususan yang juga dikelola bersama. Kelimanya berupa hubungan sesama anggota masyarakat, kegiatan bisnis, pencegahan dan penanggulangan kejahatan, hubungan transnasional, dan hubungan negara dan masyarakat.

Fakultas Teknik juga terus berkembang seiring waktu. Fakultas yang dimulai dari Jurusan Arsitektur dengan Program Studi S1 Arsitektur itu kemudian memiliki Jurusan Teknik Sipil dengan program studi S1 Teknik Sipil serta jurusan Teknik Mesin dengan Program Studi S1 Teknik Mesin. Universitas Tarumanagara yang merupakan universitas favorit di Jakarta Barat menjadi salah satu pionir pendidikan pengembangan real estate di Indonesia. Fakta tersebut ditandai dengan adanya program studi Perencanaan Kota dan Real Estate yang awalnya berada di bawah Jurusan Arsitektur, kemudian berdiri sebagai Jurusan sendiri di dalam Fakultas Teknik.

Fakultas kedokteran yang sudah berdiri sejak tahun 1965 tetap bertahan dengan Program Studi S1 Pendidikan Dokter dan Program Studi Profesi Dokter hingga sekarang. Sedangkan Fakultas Teknologi Informasi Universitas Tarumanagara (FTI Untar) diresmikan pada tanggal 7 Januari 2002 dengan berawal dari program studi Teknik Informatika yang sudah didirikan sejak tahun 1992.

Masa Konsolidasi

Dalam rangka memenuhi persyaratan akreditasi, Universitas Tarumanagara sebagai universitas favorit di Jakarta Barat berusaha meningkatkan jumlah dan jenjang jabatan akademik para dosen serta meningkatkan prestasi belajar para mahasiswanya. Selain itu, Untar juga selalu berusaha untuk meningkatkan mutu keilmuan di dalam universitas melalui pendidikan lanjut para dosen ke S3 serta meningkatkan jumlah serta kualitas kegiatan penelitian ilmiah.

Pada tahun 1998, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi mengakreditasi sejumlah program studi di Universitas Tarumanagara. Hasil akreditasinya antara lain peringkat A untuk program studi S1 manajemen, Program studi S1 Teknik Sipil, Program studi S1 Ilmu hukum, Program studi S1 Arsitektur, Program studi S1 Teknik Mesin, Program studi S1 Akuntansi, serta Program studi S1 pendidikan dokter. Baru-baru ini BANPT juga telah mengakreditasi Program studi Teknik Informatika dengan hasil terakreditasi peringkat A.

Baca Juga : Akreditasi Universitas Tarumanagara

Sebagai salah satu universitas tertua di Jakarta, UNTAR tentu telah melewati sejarah dan perjalanan panjang hingga saat ini. Sejarah panjang itulah yang mengantar nama Universitas Tarumanagara sebagai Universitas Favorit di Jakarta Barat di tengah banyaknya perguruan tinggi lain yang baru berdiri.